Ingin Nikmati Kuliner 3 Negara, Datang dan Ramaikan The Best of Street Food Fiesta Malam Nanti

163 0

DESTINASIDIGITAL.COM, BATAM – Berbagai persiapan sudah dilakukan panitia menjelang event The Best of Street Food Fiesta 2019. Both-both dan meja kursi tamu tersusun rapi di sekitar kolam renang Batam View Beach Resort. Ada pula dua gerai berbentuk warung Padang tradisional di sisi kanan dan kiri.

The Best of Street Food Fiesta 2019 bakal menjadi acara makan malam yang spesial. Dengan konsep outdoor dan sajian kuliner yang beragam, pengunjung akan betah bercengkerama dengan keluarga dan orang-orang terdekatnya.

The Best Street Food Fiesta 2019 akan digelar malam nanti, Sabtu (2/3) mulai pukul 17.00 WIB. Gado-gado, fried koay teow dan vietnamese roll adalah tiga dari beberapa kuliner unggulan yang bakal disajikan pada kegiatan ini.

General Manager Batam View Beach Resort Anddy Fong mengatakan, pihaknya menargetkan 300 pax terjual dalam gelaran yang dikonsep secara tradisional ini. Ia optimistis bisa memuaskan customer, terlebih menu yang dihadirkan merupakan kuliner dari gabungan tiga negara. Yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina.

“Event ini sebenarnya mengadopsi kegiatan-kegiatan sebelumnya yang memang sudah sering dilakukan. Hanya saja, selama ini yang ditampilkan khusus masakan Nusantara. Akhirnya saya terpikir untuk memadukan kuliner dari tiga negara sekaligus,” ujarnya.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, beberapa kuliner yang dipilih adalah menu khas dari masing-masing negara peserta. Dari Indonesia akan dihidangkan menu ikan bakar, gado-gado, rujak buah, kangkung belacan, ayam penyet, hingga martabak manis. Sedangkan dari Penang (Malaysia) ada fried koay teow, prawn mee, dan ice kacang. Sementara dari Thailand akan pandan chicken, thai hor fun, dan vietnamese roll.

“Seperti yang kita tahu, gado-gado adalah salah satu makanan tradisional Indonesia berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah. Biasanya diberi taburan emping atau kerupuk. Tentunya kita bangga kuliner ini bisa diangkat dan disajikan di sini,” ucapnya.

Sedangkan Char kway teow adalah kwetiau goreng ala Malaysia yang juga populer di Indonesia. Pada awalnya, minyak yang dipakai untuk menggoreng kwetiau adalah lemak babi. Namun sekarang, sebagian rumah makan juga membuat char kway teow tanpa minyak babi. Di Ipoh dan Penang, char kuay teow memakai telur bebek dan sering ditambah dengan daging kepiting.

Sementara vietnamese roll adalah makanan Vietnam/ Thailand yang secara tradisional terdiri dari daging babi, udang, sayuran, bún (bihun beras), dan bahan-bahan lain yang dibungkus dengan kertas nasi atau roti dingin. Seperti hidangan lumpia lainnya, hidangan ini diyakini berasal dari Cina. sesuai dengan selera lokal. Gulungan ini dianggap sebagai hidangan pembuka yang sangat populer dengan pelanggan di restoran Vietnam.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani berharap akan banyak pengunjung yang datang ke acara ini untuk mengenal dan mencicipi menu favorit dari ketiga negara.

“Harapannya, event tersebut sukses besar sehingga bisa dilanjutkan lagi tahun depan. Kami sangat mendukung gelaran seperti ini karena selalu ada potensi untuk menarik wisatawan,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, kuliner merupakan bisnis yang sempurna karena porsinya besar hingga 40 persen. Sayangnya, kuliner Indonesia saat ini belum memiliki national food. Ini karena Indonesia memiliki banyak makanan khas di daerah-daerah.

“Berdasarkan data yang ada, untuk pariwisata, sebanyak 30-40 persen pengeluaran orang adalah di kuliner. Dari ekonomi kreatif di Indonesia, 40 persen merupakan kuliner, 20 persen fashion, dan 15 persen craft,” bebernya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *