Januari 2019, Kunjungan Wisman ke Indonesia Mencapai 1,16 Juta Orang

196 0

DESTINASIDIGITAL.COM, JAKARTA – Start positif dibukukan Wonderful Indonesia di awal 2019. Berdasarkan data BPS, wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia pada Januari lalu, tercatat 1,16 juta wisman. Jumlah ini meningkat 5,22% jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018. Saat itu jumlah kunjungan wisman mencapai 1,10 juta orang.

Peningkatan itu disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti.

“Pergerakan wisman tumbuh positif di awal tahun. Sepanjang Januari 2019, jumlahnya naik. Sebagai awalan, angka ini bagus. Dengan kinerja luar biasa semua stakeholder pariwisata, pada bulan berikutnya pasti akan ada terus pertumbuhan wisman,” ungkap Yunita, kemarin.

BPS mencatat wisatawan asal Tiongkok mendominasi kunjungan ke Indonesia. Wisatawan Negeri Tirai Bambu yang berkunjung sebanyak 176.000. Atau sebesar 15,23% dari jumlah keseluruhan wisman yang datang periode Januari 2019. Sedangkan pada Januari 2018, wisatawan Tiongkok yang datang sebanyak 101.000 orang.

Yunita menambahkan, arus pergerakan wisatawan Tiongkok terus tumbuh positif.

“Wisatawan Tiongkok ini tumbuh signifikan di Januari. Tiongkok ini tetap menjadi pasar potesial bagi pariwisata Indonesia. Profilnya sangat positif,” lanjut Yunita.

Wisatawan Tiongkok memiliki outbound sekitar 130 Juta orang pada tahun 2017. Nilai transaksi yang dihasilkannya mencapai RMB115,29 Miliar atau Rp242,109 Triliun. Mengacu data International Luxury Travel Market Asia, wisatawan Tiongkok paling royal berbelanja. Kemampuan rata-rata spending mereka mencapai USD1.139 per trip.

“Berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong dan menaikan pergerakan wisman ke Indonesia. Kami tetap optimistis grafik pertumbuhannya terus naik. Beragam branding dan upaya terus dilakukan. Penguatan pasar juga terus digulirkan secara masif di banyak negara pada tahun ini,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Pergerakan positif juga diperlihatkan wisatawan asal Singapura. Kenaikannya sekitar 10,26%. Sepanjang Januari 2019, arus wisman Negeri Singa mencapai 118.000 orang. Padahal pada 2018 hanya berada pada angka 97.000 orang wisatawan. Serupa dengan rapor wisatawan Australia yang naik 9,23% dengan angka 106.000 orang. Pada Januari 2018 silam, Negeri Kanguru hanya mengirimkan 98.000 orang wisatawan.

“Untuk mencapai target tahun ini, arus wisman harus surplus setiap bulannya. Di bulan-bulan tertentu kenaikannya bisa signifikan. Beberapa program crossborder juga sudah mulai berjalan. Hotdeals juga terus digulirkan dengan beragam inovasi. Diterapkan pada Kepulauan Riau, progressnya sangat bagus. Indonesia juga memiliki banyak agenda melalui Calendar of Event,” jelas Rizki lagi.

Mengoptimalkan poros Singapura, Malaysia, juga Tiongkok, pergerakan wisman pada Kepulauan Riau sangat bagus. Sepanjang Januari 2019, arus wismannya naik 18,09%. Angka riilnya 185.377 wisman. Porsi besar 47,75% dari jumlah total 88.513 orang pun masuk dari Singapura.

Menurut Rizki Handayani, arus masuk positif tersebar cukup merata di banyak destinasi.

“Pergerakan wisman memang stabil di Kepulauan Riau. Sebaran positif arus wisman serupa ini cukup merata di banyak daerah lain. Sebab, Indonesia ini sangat kaya dengan destinasi wisata terbaik. Potensi alam dan budayanya sama-sama eksotis,” kata wanita yang biasa disapa Kiki itu.

Arus terbesar wisman tetap memanfaatkan jalur udara dengan jumlah 743.950 orang. Pergerakan wisman dari laut sekitar 223.530 orang. Untuk PLBN, dilewati 190.680 orang wisman di sepanjang Januari 2019.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan, aspek 3A Indonesia kompetitip mendukung capaian target.

“Aspek 3A yang ada di Indonesia sangat kompetitif. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya sama-sama luar biasa. Banyak kota di Indonesia terkoneksi langsung dengan mancanegara. Ini tentu memudahkan mobilitas wisman. Evaluasi tetap dilakukan agar kunjungan wisman per bulannya tetap optimal,” tutup Menpar. (*)

Related Post

Menpar Terima 3G Awards

Posted by - 17 Maret 2019 0
JAKARTA – Cambridge IFA menggelar 4th Global Good Governance Awards (3G Awards) di Jakarta, Kamis (14/3) malam. Pada kesempatan ini,…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *