Jaring Wisman, Kemenpar Gelar Sales Mission di Dua Kota di Tiongkok

165 0

JAKARTA – 10 Destinasi Prioritas serta 10 Destinasi Branding, diandalkan Kementerian Pariwisata untuk menggoda pasar Tiongkok. Destinasi-destinasi itu diperkenalkan dalam sales mission di Area IV Tiongkok, yaitu Kota Xiamen dan Fuzhou. Kemenpar menggandeng salah satu travel agent terbesar di Tiongkok, CITS.

Misi Penjualan 10 Destinasi Prioritas & 10 Destinasi Branding berlangsung 28 Mei di Hotel Pan Pacific, Xiamen, dan 30 Mei 2019 di Hotel Kempinski, Fuzhou. Tema yang diangkat adalah “Tourism Hub”.

10 Destinasi Prioritas yang diperkenalkan adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Taman Wisata Candi Borobudur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Pulau Morotai, dan Taman Nasional Wakatobi.

Sementara 10 Destinasi Branding terdiri dari Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, Kemenpar menyiapkan program SEO. Tujuannya untuk mencapai target 20 juta Wisatawan Mancanegara (Wisman) tahun 2019.

SEO tersebut yang terbagi 3, yaitu Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal. Menurutnya, dari 3 formula itu, Tourism Hub menjadi konsep yang ideal untuk mendorong pertumbuhan pasar Tiongkok.

“Misi Penjualan merupakan kegiatan promosi pariwisata yang bersifat Business to Business (B to B). Penjualan langsung produk wisata bekerjasama dengan travel agent besar merupakan sebuah program yang strategis untuk mendatangkan wisman Tiongkok ke Indonesia,” papar Nia, Sabtu (1/6).

Menariknya, Kemenpar tidak hanya menggandeng industri pariwisata dari Indonesia. Airlines dan Travel Agent dari Singapura juga dilibatkan. Mereka diajak karena menjual paket wisata dari Tiongkok ke Singapura, Batam dan Bintan.

“Singapura dipilih menjadi Hub karena jaraknya yang cukup dekat dengan Indonesia. Selain itu, direct flight dari kota-kota di Tiongkok ke Singapura lebih banyak. Hal itu menjadi pertimbangan kita untuk mengajak mereka,” terang Nia.

Industri pariwisata yang dilibatkan adalah PT. Ansvin Transportasi Wisata, CCI Tour & Travel, Sindo Ferry, Singapore Alive, PT. Restu Dewata Bali Tours, Travel Star, dan Silk Air.

Mereka berkesempatan mempresentasikan paket-paket wisata dan rute penerbangan yang mereka miliki. Sasaran jelas, kepada lebih dari 120 travel agent lokal di Kota Xiamen dan Fuzhou.

“Kemenpar juga mengundang teman-teman GenWI untuk berpartisipasi. Mereka menampilkan tarian tradisional Indonesia. Lengkap dengam kostum dan musiknya guna memperkenalkan keragaman budaya Indonesia,” paparnya.

Sedangkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan kegiatan yang digelar selama di Tiongkok.

“Kepada para buyers, kita menjelaskan mengenai program Kemenpar Tourism Hub. Ada juga Presentasi & Product Knowledge dari ke-6 Seller. Diselingi dengan permainan scan & shake melalui WeChat app. Ada hadiah menarik yang kita berikan. Seperti koper, tas ransel, dan sebagainya. Hal ini menambah semangat dan mencairkan suasana,” kata Vinsensius.

Sesi utama kegiatan adalah table top dengan sistem roundtable, seller meet buyer. Para seller diberikan waktu 6 menit untuk menjelaskan secara detail produk dan paket wisata yang ditawarkan.

“Berdasarkan kuesioner yang diisi oleh 6 sellers, diperoleh hasil jika paket yang ditawarkan sebanyak 2080 pax. Sehingga, perkiraan potensi transaksi Rp 30 miliar,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai sales mission di Tiongkok sangat tepat. Apalagi yang ditawarkan 10 Destinasi Prioritas.

“Pergerakan wisatawan asal Tiongkok sangat besar. Sangat mendominasi. Oleh sebab itu, banyak negara yang menyiapkan strategi untuk menjaring wisatawan Tiongkok. Dan cara yang efektif adalah langsung ‘mendatanginya ke Tiongkok’. Caranya tentu dengan membawa misi penjualan. Apalagi yang dibawa 10 Destinasi Prioritas. Kita tentu berharap impactnya akan positif,” tutur Menteri Pariwisata Terbaik di Asia Pasifik itu.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *