Kejar Target Kunjungan Wisman, Kemenpar Gandeng 138 Mitra Co-Branding

110 0

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2019. Salah satunya dengan menggandeng 138 mitra co-branding untuk mendukung program kerja.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, untuk memajukan pariwisata tentu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemenpar. Perlu kolaborasi antar stakeholder (pentahelix) dalam spirit Indonesia Incorporated.

“Saya mengapresiasi kerja sama co-branding dengan seluruh mitra dalam sebuah kolaborasi yang cantik dalam rangka mendukung program Kemenpar,” kata Menpar Arief Yahya saat acara Wonderful Indonesia Co-Branding Summit 2019 di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Jumat (27/9).

Menpar Arief juga menjelaskan, Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan pada Travel & Tourism Competitive Index 2019, dari World Economic Forum, khususnya pada aspek Country Brand Strategy.

Setelah pada 2018 berada di peringkat 47, pada tahun ini posisi Indonesia melonjak menjadi 38. Peringkat ini jauh berada di atas Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang berturut-turut menempati ranking 47, 72, dan 101.

“Artinya, brand Wonderful Indonesia semakin dikenal secara globally dan hal ini tidak terlepas dari kontribusi mitra Co-Branding,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handyani Mustafa juga angkat bicara. Dia menjelaskan, latar belakang dan alasan melakukan kerja sama dengan merek-merek terkenal yang ada di Indonesia, lantaran prinsip dari Co-Branding adalah mengintegrasi antar 2 atau lebih brand yang tujuannya meminimalisasi cost melalui sinergi.

“Akses ke market baru dan mengurangi risiko karena menggunakan brand yang familiar. Contohnya adalah bagaimana BMW dan Louis Vuitton. BMW memproduksi sports car BMW i8, sementara LV mendesain tas khusus yang menjadi bandling paket pembelian mobil BMW,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Co-Branding Kemenpar RI, Priyantono Rudito mengatakan, pentingnya dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan beberapa mitra dan calon mitra yang sudah melewati proses seleksi dan kurasi. Juga disertai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenpar dan beberapa mitra Co Branding.

“Program co-branding harus dieksekusi di level operasional, dengan pemerintah sebagai agen yang memfasilitasi,” jelas Priyantono.

Sejumlah Mitra Co Branding yang akan melakukan kerja sama dengan Kemenpar di antaranya KA Pariwisata, Bakmie Naga Resto, Batavia Café, Crispy Duck, Damri, Batik Trusmi, Moz5, Dapur Cokelat, Alleira, dan Sarimunik.

Selain itu Polymindo, Shafco Multi Trading, Talenta Putra Dewata, Banyuwangi Savana Cake, Bolu Toba Medan, Cirebon Kelana, Lenso Manado, Malang Strude, Bogor Raincake, dan Bandung Kunafe.

Ada juga Jogja Schrummy, Surabaya Patata, Wingkorolls Semarang, Jannah Corp, Kara, CRP, Mustika Ratu, Martha Tilaar, Hydrococo, Finna, Sinde Budi Sentosa, Garuda Food, Tauziah Group, Kapal Api, dan Tugu.

Mitra lain yakni Herborist, Secret Garden, Klook, Trans Studio Mall, Hotel Dafam, Bali Boat, Black Eye, Miranda, Dim Summer, IBOE, IGS, Kavlink Digital, Kepuh Kencana, MOOI, Pizzamaru, Prada Mart, Sativa, Sunrise Mall, Uni Pin, Zinium, Hotel Mulia, Bank BJB Syariah, Sada, ICE BSD, dan EL John.

Kemudian PKS Kemenpar juga dilakukan dengan mitra co branding yakni Grab Indonesia, Telkomsel, Traveloka, Sarinah, Javara, BRI, Gofress, Nutrifood, Bank Mandiri (E-Money), Artotel, NAM Air, Centro Keramik, Propan, Prodia, Wardah, Omega Hotel, dan Waterboom Bali.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *