Kemenparekraf Ajak Penyelenggara Event Siapkan Kegiatan Wisata Pasca-COVID-19

49 0

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku hingga penyelenggara event untuk berkolaborasi menghasilkan suatu kegiatan yang potensial menarik minat wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara saat wabah pandemi COVID-19 usai.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa saat diskusi virtual Bakusapa dengan para penggerak industri event Indonesia, beberapa waktu lalu menjelaskan, pihaknya membuka kesempatan bagi para penyelenggara untuk berkolaborasi menggelar event besar sehingga mampu mendatangkan wisatawan.

“Kami siap memfasilitasi para penyelengara event. Kami ingin berkolaborasi dengan para pelaku industri agar semakin banyak wisatawan mancanegara yang hadir dan lebih banyak pergerakan wisatawan nusantara,” kata Rizki Handayani.

Ia juga menjelesakan, Kemenparekraf memiliki program kegiatan di bidang produk wisata, dan penyelenggaraan kegiatan antara lain, peningkatan penyelenggaraan kegiatan, peningkatan pendukungan kegiatan, dan peningkatan promosi penyelenggaran kegiatan.

Selain itu, untuk strategi promosi event, Rizki Handayani menjelaskan akan menjalin kerja sama terkait promosi event dengan industri pariwisata yang berhubungan dengan penyelenggaraan event atau _industry marketing partnership_.

Kemudian menjalin kerja sama terkait promosi event dengan industri pariwisata yang berhubungan dengan penyelenggaraan event. Serta melibatkan komunitas lokal dalam pembuatan _story telling_ terkait event dan mendorong mereka dalam menyebarkan informasi penyelenggaran event.

Rizky Handayani mengambil contoh, New Zealand Tourism melakukan _Industry marketing partnership_ dengan VisitorPoint yang merupakan bagian dari _global travel-tech group_, Adventium Technology. Dalam kerja sama tersebut, VisitorPoint mendistribusikan lebih dari 3500 brosur elektronik dengan konten terkait operator pariwisata New Zealand yang ada di seluruh New Zealand.

Brosur elektronik tersebut terhubung langsung dengan sistem online VisitorPoint sehingga konsumen yang melihat informasi tersebut dapat langsung klik dan memesan paket perjalanan sesuai yang dibutuhkan.

“Hal itu juga kita bisa bantu untuk kerja sama dengan Online Travel Fair. Jadi penyelenggara event nanti akan kita bantu dalam membiayai promosi untuk mengiklankan eventnya pada salah satu OTA atau marketplace. Tidak hanya itu, kami juga dalam waktu dekat telah berkomunikasi dengan Garuda Indonesia sebagai mitra airlines. Sehingga bukan hanya _branding_ tetapi sudah ke arah _selling_,” kata Rizki.

Rizki Handayani juga mengajak para penyelegara event untuk bersama-sama melakukan inovasi dan menghasilkan ide untuk berkegiatan yang bisa dilakukan saat wabah pandemi COVID-19 berlalu. Terlebih diprediksi akan terjadi _booming_ di bidang pariwisata pada 2021.

“Kita harus dari sekarang memikirkan pemulihannya, beberapa negara sudah mulai _soft promotion_ yang menekankan jika setelah pandemi ini usai, kami tetep ada untuk menunggu kehadiran turis kembali. Dan ini akan menjadi strategi sendiri,” ujar Rizki Handayani.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *