Kemenparekraf Bangkitkan Semangat Ekonomi Kreatif di Toba dengan Kombinasi Paten Bimtek dan BISA

17 0

TOBA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA).Kali ini Gerakan BISA digelar di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2020). Dalam kegiatan ini dilakukan juga Bimtek Pelatihan Fotografi dengan smartphone untuk UMKM.

Menurut Analis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Edukasi 2 Kemenparekraf, Jemmy Alexander, bimbingan teknis dan gerakan BISA ini, digelar untuk mengantisipasi wabah dari Covid 19.

“Parekraf mengalami penurunan usaha dan kebangkrutan usaha karena Covid-19. Dan otomatis juga berimbas kepada tenaga kerja di bidang pariwisata, baik tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung,” katanya.

Menurutnya, dalam kondisi tersebut ada 3 arahan langsung dari presiden, yaitu melaksanakan perlindungan bagi pekerja parekraf, merelokasi anggaran dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif kepada kegiatan padat karya, memberikan stimulus kepada para pelaku usaha di sektor pariwisata.

“Kita menindaklanjuti arahan tersebut dengan memfasilitasi bimbingan teknik, dan gerakan BISA. Kegiatan ini menggabungkan antara dua kegiatan yaitu bimbingan teknis dengan tema photography dan gerakan BISA, padat karya yang ada di lingkungan ini,” terangnya.

Peserta bimbingan teknis dan gerakan BISA terdiri dari 100 orang yang berada di Desa Mutong. Dalam kegiatan ini diserahkan juga bantuan kepada Desa Mutong, berupa 2 alat mesin potong rumput dan dua wastafel portabel.

“Mudah-mudahan bermanfaat buat Desa Mutong ini. Khususnya pengunjung pengunjung yang akan berwisata ke Desa Mutong ini,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba, John Piter Silalahi menjelaskan bahwa Kabupaten Toba memiliki kekayaan dan keindahan alam sebagai bahan baku ekonomi kreatif.

“Dan ini akan semakin diperkaya dengan Adanya lembaga pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan tentang ekraf,” katanya.

Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Moch. Tata S. Ridwanullah, menjelaskan mengenai apa itu Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.

“BPODT merupakan badan otorita pariwisata pertama yang dibentuk oleh pemerintah RI dalam rangka percepatan pengembangan destinasi pariwisata prioritas. Kemudian sejak tahun 2017-2019 pemerintah pusat telah mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas menuju Danau Toba,” katanya.

Dijelaskannya, program Badan Pelaksana Otorita Danau Toba di Desa Motung antara lain Pelatihan budaya tarian Batak, pelatihan kuliner, pelatihan handicraft, pelatihan hospitality, dan penyusunan masterplace desa wisata.

Sementara Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Muh Ricky Fauziyani, menilai Toba bisa menerapkan blended activity.

“Siapa yang tidak mengenal Danau Toba. Banyak wisatawan yang datang. Saya ingin kita menerapkan blended activity. Menggabungkan aktivitas pariwisata dengan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Dijelaskannya, blended activity bisa diterapkan dengan mengacu pada 17 subsektor ekonomi kreatif.

“Contohnya subsektor kuliner. Di jalur adventure atau jalur kreatif yang dibikin Pokdarwis, bisa dibuatkan tempat duduk lengkap dengan jajanan pasar yang dikelola pokdarwis,” katanya.

Di jalur itu, juga bisa disiapkan spot foto yang instagramable.

“Dan kita bisa minta peserta atau wisatawan memunculkan di media sosial. Ini menjadi promosi yang hebat. Manfaatkan milenial, karena milenial akrab dengan foto,” katanya.

Deputi Pengembangan SDM dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunjaya, mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa menghidupkan kembali pariwisata sekitar Danau Toba.

“Kawasan Toba punya potensi ekonomi kreatif. Tidak ada yang kurang dari Toba. Hanya kita harus tau harus mendahulukan yang mana. Lewat kegiatan ini kita ingin potensi Karangasem bisa diangkat lagi dan diperkenalkan kembali,” katanya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *