Kemenparekraf Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw

84 0

Kota Sorong – Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrau, Provinsi Papua Barat mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa, dari wisata alam hingga budaya yang sangat beragam. Kekayaan potensi Alam yang berlimpah bagaikan serpihan Surga yang turun ke bumi, dengan kekayaan flora dan fauna yang menakjubkan.

Kota Sorong sebagai hub dengan kelengkapan atraksi, amenitas dan aksebilitas yang sudah sangat memadai dalam persiapan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Lalu Kabupaten Sorong merupakan salah satu kawasan yang kelak akan menjadi sektor unggulan,diantaranya potensi pariwisata bahari, perikanan budi daya dan perikanan tangkap yang kedepannya akan menjadi nilai tambah ekonomi.

Kabupaten Tambrauw dijadikan sebagai kabupaten konservasi. Sekitar 80% wilayah Tambrauw adalah hutan dengan fungsi lindung dan konservasi. Saat ini sedang melakukan sinkronisasi dengan pemerintah pusat mengenai penyediaan ruang untuk pengembangan pariwisata.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur yang diwakili oleh Direktorat Pengembangan Destinasi II melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat pada tanggal 16-18/06/2022.

Pada hari pertama tim Kemenparekraf melakukan kunjungan kerja ke lokasi bukit Cinta di Kota Sorong yang akan dikembangkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata 2023. Direktur Pengembangan Destinasi II, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Gunawan didampingi Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata dan Prasarana Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Sorong, Siti Wahjuni, dan Tim Direktorat Pengembangan Destinasi II Yoserizal dan Rudolf Yarangga.

Selanjutnya melakukan peninjauan ke pelabuhan Sausapor, Kab.Tambrau Desa Wisata Emaus (FGD) dan peninjauan Resort Pacific Park Sausapor. Pada kunjungan kerja kali ini Direktur Pengembangan Destinasi II, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Gunawan didampingi oleh PJ Sekda/Asisten I Kabupaten Tambrauw, Thomas Gewab, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw, Abraham Mayor, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tambrauw, Linderauw, Kepala Dinas BNPB Kabupaten Tambrauw, Han Paraibabo, Kepala Distrik Sausapor, Kristina Yekwam, para kepala desa dan masyarakat sekitar.

Sejalan dengan arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Kabupaten Tambrauw harus mengimplementasikan Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi untuk mewujudkan pengembangan destinasi wisata yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsesius Jemadu mengungkapkan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Sorong yang fokus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Anggota Komisi X DPR RI, dari fraksi Partai Golkar dapil Papua Barat, Robert Joppy Kardinal memberikan perhatian penuh terhadap percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua Barat khususnya di Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Sorong.
“Kami akan terus dorong program-program pemerintah pusat untuk pengembangan parekraf di Kabupaten Tambrauw, Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan juga Kabupaten lainnya di Papua Barat. Kami yakin dengan fokus pada sektor parekraf perekonomian khususnya di Tambrauw dan daerah lainnya akan tumbuh pesat.” Ucap Robert.

PJ Sekda/Asisten I Kabupaten Tambrauw, Thomas Gewab mengungkapkan terima kasih atas komitmen pemerintah pusat khususnya Kemenparekraf yang senantiasa mendukung pengembangan sektor parekraf di Kabupaten Tambrauw. “Kami Pemerintah Kabupaten Tambrauw siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam mengembangkan destinasi wisata di Kabupaten Tambrauw, Terima kasih untuk Kemenparekraf yang selalu mendukung percepatan pengembangan pariwisata Kabupaten Tambrauw.” Ucap Thomas

Dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pariwisata di Kabupaten Tambrauw sudah berjalan dari tahun 2019 – 2022. Pada tahun 2019 mendapatkan Rp. 5.021.553.000, tahun 2020 Rp. 3.725.293.000, tahun 2022 Rp. 11.222.107.000 dan DAK Non Fisik tahun 2022 sebesar Rp. 1.136.851.000. Kabupaten Tambrauw juga telah masuk sebagai salah satu lokasi prioritas (lokpri) DAK Pariwisata TA 2023 oleh Bappenas.

Lalu pada hari kedua lanjut meninjau destinasi di Kabupaten Sorong yaitu DTW Batu Lubang yang akan mendapatkan DAK 2023 dan DTW Malaumkarta didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Dorce Kalami, Perwakilan Balai PUPR Kab Sorong, Thedy Malibela.

Dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pariwisata di Kabupaten Sorong tahun 2019 Rp. 3.794.403.000, tahun 2021 Rp. 7.715.522.00. DAK Non Fisik tahun 2019 Rp. 558.580.000, tahun 2020 Rp. 696.804.00, tahun 2021 Rp. 682.578.000, dan tahun 2022 Rp.813.069.000

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Dorce Kalami menyambut baik hadirnya tim Kemenparekraf ke Kabupaten Sorong, ia meyakini perhatian pemerintah pusat dalam mengembangkan destinasi wisata di Kabupaten Sorong akan terus dilakukan kedepannya. “Terima kasih kepada Kemenparekraf yang sudah mendampingi kami untuk mengembangkan pariwisata, semoga kedepannya dukungan akan terus mengalir kepada kami” ucap Dorce.

Direktur Pengembangan Destinasi II, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Gunawan mengungkapkan rasa kagum terhadap potensi pariwisata Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, dari potensi alam, budaya, kulinernya sangat luar biasa. Kehadiran Kemenparekraf di Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sorong dan Kota Sorong merupakan bentuk komitmen Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sorong, dan Kota Sorong Papua Barat. Dalam pengembangan destinasi wisata, kita mengenal 3A yaitu Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas. Bagaimana pemerintah daerah melalui dinas pariwisata harus melakukan pendataan 3A yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw. Data atraksi dan potensi wisata harus didata dan menentukan top 3 lalu fokus berkolaborasi dengan stakeholders untuk pengembangannya.

Wawan pun mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat berbasis inovasi, adaptasi dan kolaborasi untuk mengembangkan fokus destinasi wisata sehingga kedepannya bisa mewujudkan destinasi yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan.

“Potensi pariwisata di Kabupaten Tambrauw, Kota dan Kabupaten Sorong sudah luar biasa, kita berkomitmen untuk bersinergi untuk siapa melakukan apa, dengan menciptakan program-program yang tepat anggaran, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, Kedua Kabupaten dan kota ini akan banyak menerima manfaatnya ketika pariwisata menjadi leading sector. Seluruh Potensi Pariwisata harus diangkat ke publik sehingga banyak wisatawan yang berkunjung untuk melihat, merasakan dan menikmati.” Ungkap Wawan.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.