Kemenparekraf gelar gerakan BISA di Gili Trawangan dan Taman Narmada

42 0

LOMBOK – Pelaksanaan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) kembali digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB)

Kali ini, lokasi yang disasar adalah Gili Trawangan yang berada di Kabupaten Lombok Utara dan Taman Narmada yang berlokasi di Lembuak, Narmada, Kabupaten Lombok Barat

Direktur Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Fahlevi, Selasa, mengatakan, BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi untuk memasuki masa adaptasi kebiasaan baru pascapandemi COVID-19. Disamping itu gerakan ini juga bertujuan sebagai edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi tatanan New Normal.

Gerakan BISA di NTB secara resmi telah di launching pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020 di Pelabuhan Tawun, Sekotong, Lombok Barat yang juga dihadiri Wakil Gubernur NTB, Bupati Lombok Barat dan Kadis Pariwisata Provinsi NTB.

“Kesiapan destinasi ini harus benar benar siap di fase new normal ini. Kebersihan, kesehatan, dan keamanan akan menjadi faktor utama yang dibutuhkan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru,” kata Reza Fahlevi.

Kegiatan berlangsung sejak Selasa (21/7) hingga Rabu (22/7) dengan kegiatan yang melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan pantai seperti pemilik hotel/guest house, pemilik warung dan restoran, serta masyarakat di sekitar destinasi.

Penerapan protokol kesehatan benar benar diperhatikan dalam kegiatan bersih bersih yang berlangsung di dua destinasi tersebut. Kemenparekraf/Baparekraf menyerahkan berbagai alat kesehatan seperti masker, hand sanitiser, sarung tangan sekali pakai dan juga thermometer gun

Selain itu, dalam kegiatan ini juga memberikan bantuan berupa dua wastafel portable yang sudah dimodifikasi lengkap dengan tutorialnya untuk memfasilitas cuci tangan wisatawan yang akan berkunjung. Kepada para peserta bersih bersih ini juga diberikan berbagai peralatan kebersihan seperti gerobak sampah dorong, sapu, tempat sampah, dan lainnya.

“Diharapkan pasca kegiatan ini kita sudah siap dengan kebiasaan baru, seperti jaga jarak, pakai masker dan lainnya, sehingga ekonomi dapat berjalan dan pariwisata harus hidup” tuturnya.

Sementara itu, Hendry Noviardi, Kepala Subdirektorat Kelembagaan Regional II ini mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian gotong royong untuk mengatasi dampak COVID-19 dan menciptakan kondisi bersih dan aman dalam fase adaptasi kebiasaan baru kedepannya. Pada Masa depan wisatawan yang akan mengunjungi suatu destinasi bukan hanya karena keindahan saja, tetapi bagaimana destinasi tersebut memberi rasa aman bagi wisatawan.

“Kami apresiasi dengan antusiasme dan keterlibatan masyarakat dalam mensukseskan program BISA ini. Kini saatnya menciptakan budaya kebersihan dan sebagai upaya untuk membangun dukungan dan sebagai edukasi partisipasi masyarakat sehingga dua lokasi wisata unggulan NTB ini siap menyongsong era kenormalan baru dan menyambut kembali kedatangan wisatawan,” kata dia.

Dilain pihak, Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni sangat senang dengan program ini. Harapannya, gerakan BISA ini mampu membangkitkan optimisme masyarakat untuk bersama-sama menyambut pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Memang saat ini sejumlah persiapan untuk kembali membuka akses wisatawan ke tiga Gili tengah dilakukan, termasuk merancang SOP Protokol New Normal di kawasan tersebut. Bantuan dan arahan dari kemenparekraf/barekraf ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi itu sehingga tidak ada penularan saat penerapan New Normal nanti,” ujarnya

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *