Kemenparekraf Gulirkan Gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker Serentak di Tiga Destinasi Jawa Timur

44 0

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan kembali menggulirkan gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker (GPM) sebagai upaya mengakselerasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif serta mengembalikan kepercayaan wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru.

Setelah sebelumnya gerakan BISA dan GPM dijalankan di Berau, Kalimantan Timur, kali ini program serupa akan digelar serentak di tiga destinasi Jawa Timur. Yakni Banyuwangi, Malang, dan Probolinggo pada 5 hingga 6 September mendatang.

“Program GPM menjadi kebijakan Kemenparekraf untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata. Kami berharap industri pariwisata di daerah lekas bangkit seiring kehadiran sinergi gerakan BISA dan GPM,” kata Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Kurleni Ukar dalam keterangannya, Rabu (2/9/2020).

Di Malang, kegiatan akan berlangsung di Taman Wisata Air Wendit. Sementara di Probolinggo acara akan digelar di Puncak Seruni.

Sedangkan Pantai Pulau Santen akan menjadi lokasi acara di Banyuwangi yang akan turut dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono serta Grace Hananta dari Komunitas GPM yang akan memberikan penyuluhan pemakaian masker.

Kurleni mengatakan, sinergi program BISA dan GPM di tiga destinasi eksotis Jawa Timur ini dinilai menjadi cara yang efektif untuk membantu upaya penanggulangan COVID -19 di Jawa Timur dengan mengajak seluruh insan pariwisata dan ekonomi kreatif menerapkan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh sekaligus membuka aktivitas wisata secara bertahap di era adaptasi kebiasaan baru.

“Khusus kampanye Gerakan Pakai Masker, kita akan lakukan live streaming sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat luas khususnya yang sedang melaksanakan kegiatan yang sama di Malang dan Probolinggo,” ujar Kurleni.

Kegiatan ini juga diharapkan jadi momentum untuk menegaskan kesiapan destinasi dan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan secara konsekuen di destinasi wisata dalam melayani wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru.

“Kebijakan pelaksanaan protokol kesehatan ini akan terus kami lakukan dengan metode dan kemasan kemasan baru yang lebih kreatif dan adaptif sesuai dengan kebutuhan customer. Saat ini, kami bekerjasama dengan Komunitas Gerakan Pakai Masker untuk memasifkan sosialisasi penggunaan pakai masker bagi masyrakat dan pelaku usaha pariwisata di destinasi wisata sebagai sebuah budaya dan perilaku baru insan pariwisata indonesia,” ujar Kurleni Ukar.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *