Kemenparekraf Lakukan Sertifikasi untuk Pelaku Sub Sektor Film di Medan

43 0

MEDAN – Para pelaku sub sektor film di wilayah Medan dan sekitarnya mengikuti Sertifikasi Kompetensi SDM Ekraf Sub Sektor Film yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kegiatan ini berlangsung di Le Polonia Hotel, Medan, Sumatera Utara, 16-17 November 2020.

Menurut Analis Kebijakan Ahli Madya / Koordinator Edukasi 3 Kemenparekraf, Toar Mangaribi, Kemenparekraf akan terus hadir untuk mewadahi pelaku sub sektor film.

“Kami tidak bosan-bosannya hadir di sini untuk membantu teman-teman. Pelatihan ini seharusnya membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan untuk lanjut tahap ke asesi kompetensi, maka dari itu peserta yang hadir saat ini merupakan peserta yang mendapatkan rekomendasi dari asosiasi film daerah,” tuturnya.

Toar menambahkan, peserta sertifikasi saat ini adalah peserta yang sudah bergelut dan memahami dunia kerja di subsektor film.

Asesor dari LSP KFTI, Igp Wiranegara, mempertegas hal tersebut. Menurutnya pada kegiatan ini tidak dilakukan uji asesi.

“Tetapi kami hanya mengecek dan memvalidasi teman-teman. Jadi diharapkan teman-teman tidak perlu khawatir atau gugup. Pesan dari para asesor peserta harus membawa laptop pada saat sesi asesi nantinya untuk mempermudah dan memperlancar proses asesi nantinya,” katanya.

Asesor LSP KFTI lainnya, Naswan Iskandar, mengatakan sebelumnya peserta diberikan pelatihan. Asesor bertugas untuk mengasesi dan mengobservasi.

“Temen-teman jangan khawatir apabila tidak berkompeten di 3 okupasi saat ini dokumenteris, talent koordinator dan manajer lokasi) yang akan kami asesi dikarenakan masih ada 96 okupasi di dunia film, mungkin saja teman-teman berkompeten di okupasi profesi lain di perfilman indonesia,” katanya.

Dalam kegiatan ini, peserta diuji sesuai dengan profesi okupasi peserta yang dibagi kedalam tiga kelas. Yaitu Kelas Dokumenteris dengan asesor Igp Wiranegara, Immanuel Ginting dan Erlan Basri. Ada juga kelas Talent Koordinator dengan asesor Naswan Iskandar, dan kelas Manajer Lokasi dengan asesor Bowie Benyamin.

Pada hari kedua, peserta tetap mengikuti lanjutan assesment observasi dari LSP KFTI, tetap 3 kelas dengan materi uji praktik penampilan portfolio video dari setiap okupansi.

Sebelum penutupan, dilakukan pemutaran film dokumenter dengan judul “Keling” yang merupakan karya salah satu peserta sertifikasi kompetensi.

Direktur Pengembangan SDM Kreatif Kemenparekraf, Muh Ricky Fauziyani, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaku sub sektor film.

“Potensi Indonesia di sektor ini sangat besar. Untuk itu, Kemenparekraf akan terus mengasah dan meningkatkan kemampuan pelaku sub sektor film di Tanah Air, termasuk di Medan,” katanya.

Deputi SDM dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya, mengatakan Kemenparekraf akan terus meningkatkan kualitas SDM parekraf.

“Kita akan pulihkan sektor parekraf secara bertahap. Dan kita awali dengan peningkatan kualitas SDM-nya,” tuturnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *