Kemenparekraf Maksimalkan Perjalanan Birdwatching di Tambrauw Lewat FGD

34 0

TAMBRAUW – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memaksimalkan potensi pariwisata Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, dengan menggelar FGD Pola Perjalanan Birdwatching di Sorong, Papua Barat, Rabu (18/08/2020).

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani, mengatakan keunggulan yang dimiliki Tambrauw harus diperkenalkan ke publik.

“Yang penting, kita ceritakan apa yang ada di Tambrauw dan sekitarnya. Kita lihat Tambrauw sebagai potensi di Papua Barat, bersama Raja Ampat dan Sorong,” katanya.

Rizki Handayani pun yakin Tambrauw punya potensi luar biasa untuk dikembangkan.

“Apalagi sejak ada Covid-19 pola wisata berubah. Sekarang wisatawan lebih senang ke tempat yang ada nilai. Mereka berwisata untuk mencari pengalaman dan pembelajaran,” katanya.

Rizki Handayani menilai Papua Barat, khususnya Tambrauw, bisa memberikan pengalaman tersebut ke wisatawan.

“Kita tahu Papua punya keunggulan flora dan fauna, seperti cenderawasih yang bisa ditemui dengan mudah di Tambrauw ini. Dan ini yang menjadi keunggulan dari Papua Barat, khususnya Tambrauw,” jelas wanita yang akrab disapa Kiki itu.

Oleh karena itu, Rizki Handayani meminta Tambrauw menjaga statusnya sebagai daerah konservasi.

“Status sebagai daerah konservasi jangan sampai hilang dari Tambrauw, karena inilah keunggulan dan nilai jualnya. kita akan coba kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menjaga dan memaksimalkan serta mengembangkan konservasi di Tambrauw,” kata Rizki Handayani lagi.

Sementara Bupati Tambrauw Gabriel Asem menegaskan jika daerahnya dikenal sebagai kabupaten konservasi.

“Tambrauw adalah daerah pertama di Papua Barat yang mendorong atau menjadi daerah konservasi. Dan kita juga memperhatikan hak-hak masyarakat Tambrauw, termasuk masyarakat adat,” katanya.

Menurut Gabriel, Pemkab juga melibatkan masyarakat agar ikut menjaga lingkungan. Sebab, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, akan membuat flora dan fauna yang ada di hutan terjaga dengan baik.

“Hutan adat bila mempunyai nilai ekonomi tinggi, maka akan membantu masyarakat. Termasuk untuk mendukung kegiatan seperti birdwatching. Kita juga sudah bahas dalam sidang adat juga. Jadi bila tempat ini dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, tidak akan ada masalah,” katanya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *