Kemenparekraf Pertemukan Pelaku Ekraf dengan Calon Investor

77 0

BALI – Dukungan nyata diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk pelaku ekonomi kreatif dengan calon investor.

Hal tersebut dilakukan Kemenparekraf, melalui Direktorat Pengembangan SDM Ekraf, dalam Kegiatan Pitching Wirausaha Digital Mandiri (Widuri) Ekonomi Kreatif Subsektor Kuliner, Kriya, Fesyen,Fotografi, dan Musik, Selasa (21/6/2022), di Hotel Paradiso Kuta, Badung, Bali.

Pitching diikuti 17 pelaku ekraf provinsi Bali, dengan rincian subsektor kuliner 8 orang, kriya 4 orang, fesyen 2 orang, dan musik 3 orang.

Hadir sebagai narasumber Sahmullah Rivqi (Bussines Coach), Abba Zubair Al Awwam (Owner PT Medicpro Global Indonesia), dan Wisnu Bawa Tarunajaya (Poltekpar/ NHI Bandung).

Direktur Pengembangan SDM Ekraf, Erwita Dianti, menyampaikan pitching merupakan tahap keempat dari rangkaian tahapan kegiatan WIDURI.

“Sebelumnya, ada tahapan pelatihan online, pelatihan offline, prapitching, dan pitching. Diharapkan pitching ini menjadi saluran bagi pelaku ekraf untuk mengakselerasi bisnisnya dengan dukungan investor,” katanya.

Penyelenggara Kegiatan, Koordinator Edukasi I, Kemal Akbar Monoarfa, menyampaikan pitching kali ini adalah pitching yang kedua setelah seminggu lalu diadakan di Mandalika, NTB.

“Kegiatan ini diikuti 17 pelaku ekraf provinsi Bali yang telah mengumpulkan pitchdesk dan nantinya akan dipertemukan dengan calon investor baik lokal maupun nasional,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan kegiatan, calon investor online dan offine dihadirkan pihak Kemenparekraf.

Calon investor online terdiri dari Edwin Pramana (Dirut. PT. Wira Global Solusi Tbk), Ronald Yusuf Wijaya (CEO PT. Ethis Fintek Syariah), Budiman Indrajaya (CEO Urun RI), Suheng S.Widodo (Dompet Duafa), Doddy Ekapriades Topan (Direktur PT.Peduli Berkah Sejahtera), dan Gatot W. Adhi (Chief Financial Officer PT. Investasi Digital Nusantara)

Sementara calon investor offline terdiri dari Aji Jeans S (Hawk Academy Bali), Eko Yulianto (Hawk Academy Bali), Denny (KADIN Bali), Rafika Rahim (PT. Investasi Digital Nusantara), Irma Lumiga (Perempuan Pemimpin Indonesia Bali).

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam sambutannya menyampaikan, terdapat 34 juta pelaku yang menggantungkan hidup pada sektor ekonomi kreatif. Sektor ini memiliki kontribusi 60 % dari PDB Nasional sebesar Rp1.154,4 triliun, dan pada tahun 2024 diproyeksikan mencapai sekitar 65%.

“Namun, masih banyak tantangan. Seperti terdapat 77,3 % UMKM belum terdigitalisasi, 88,32 % belum berbadan hukum, 89 % belum memiliki brand, belum memiliki HKI. Sebagian besar masih menggunakan modal sendiri, dan 92,6 % penghasilannya dibawah Rp 1 juta/per hari,” ujarnya.

Sandiaga Uno menambahkan, untuk menjadi sukses, harus inovatif, adaptif, berani mengambil risiko, dan memiliki softskilling dan upskilling.

“Pelaku ekraf harus menjadi agen perubahan sebagai enterpreneur, melakukan negotiation, communication dan promotion. Sebuah produk ekraf harus memiliki Unique selling point, untuk mendapat keuntungan, brand sebagai personality dan digitalisasi,” katanya.

Ditargetkan tahun ini 17,2 juta UMKM masuk marketplace digital dan tahun 2023 menjadi 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.