Kemenparekraf Rancang Strategi Penerapan Protokol Kesehatan di Sektor Parekraf

69 0

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) merancang strategi dan langkah-langkah dalam menerapkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan menghimpun masukan dari berbagai pihak melalui diskusi daring.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, dalam sambutannya pada webinar daring bertajuk “Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, Senin (31/8/2020), mengatakan situasi pandemi saat ini memberikan pilihan yang tidak mudah. Di satu sisi, situasi ini menuntut seluruh sektor untuk menekan laju penularan COVID-19, tetapi satu sisi juga seluruh sektor harus tetap produktif agar dapat memulihkan perekonomian nasional.

“Kita bersama-sama harus melawan penyebaran COVID-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan secara benar dan taat. Jangan bosan untuk selalu mengingatkan kepada sesama agar tetap menerapkan tiga hal utama, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” kata Nia.

Protokol kesehatan diterapkan demi kebaikan bersama untuk menjaga kebersihan serta keselamatan, sehingga semua pihak dapat melakukan berbagai kegiatan secara aman. Protokol kesehatan tidak akan memiliki dampak yang signifikan jika hanya segelintir orang yang melakukannya. Oleh karena itu perlu ada kerja sama dari berbagai pihak dan harus diterapkan dengan taat dan konsisten.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi baru terkait strategi yang diambil oleh pemerintah daerah setempat dalam menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (_Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability_) agar wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara berkunjung kembali ke destinasi wisata yang ada di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Jasagung Hariyadi, _Head of Bintan Cultural and Tourism Office of Bintan Regency_ Drs. Wan Rudy Iskandar, _Vice President Marketing_ Garuda Indonesia Selfie Dewiyanti dan _Campaign & Partnership Senior Marketing Manager Klook_ Rufina Suryani.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Jasagung Hariyadi menjelaskan, Dispar Kabupaten Belitung telah melakukan edukasi mengenai _Cleanliness, Healthy, dan Safety_. Tahapan yang dilakukan yaitu, menyusun SOP CHS sesuai dengan Peraturan Bupati Belitung Nomor 23 Tahun 2020 yang akan diterapkan di bandara, restoran, destinasi wisata, penyediaan akomodasi, dan moda transportasi.

Lalu, melakukan sosialisasi dan simulasi atau uji coba pelaksanaan tatanan normal baru pariwisata kepada masyarakat dan para pelaku wisata. “Setelah tahapan tersebut dilakukan, baru aktivitas kepariwisataan pada destinasi wisata tertentu dibuka dalam skala lokal per 1 Juli 2020,” kata Jasagung.

Jasagung Hariyadi juga mengatakan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung juga melakukan sosialisasi melalui siaran radio, media cetak, baliho, media sosial seperti Instagram, Facebook, dan website serta menyebarkan surat edaran. Dispar Kabupaten Belitung juga telah membuat video inovasi tatanan normal baru produktif dan aman COVID-19 untuk restoran dan hotel.

“Kami juga melakukan inspeksi ke berbagai bidang usaha parekraf mengenai penerapan protokol kesehatan. Dari kegiatan inspeksi tersebut kami membuat daftar tempat wisata yang lulus inspeksi. Sehingga, kami dapat mengetahui usaha mana saja yang telah siap dibuka,” kata Jasagung.

Selain itu, untuk memulihkan dan membangkitkan kembali para pelaku usaha kreatif Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung membuat berbagai macam kegiatan seperti bazaar, festival layang-layang, Belitung _Creative Week_, dan kegiatan menarik lainnya.

“Dengan segala persiapan yang telah kami lakukan, wisata Belitung sudah siap dikunjungi wisatawan,” kata Jasagung.

_Head of Bintan Cultural and Tourism Office of Bintan Regency_, Drs. Wan Rudy Iskandar mengatakan, Bintan merupakan kawasan wisata yang menjadi andalan Indonesia. Di mana Bintan menjadi daerah tujuan wisata nomor 2 di Indonesia setelah Bali. Namun karena kondisi pandemi jumlah kunjungan wisatawan sangat menurun, terlebih lagi wisatawan mancanegara yang menjadi pasar utama, tidak lagi mengunjungi daerah wisata di Bintan.

Untuk menarik wisatawan datang ke daerah destinasi wisata di Bintan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah menerapkan beberapa strategi pelaksanaan kesehatan berbasis CHS, seperti mempersiapkan setiap tempat wisata dan perhotelan untuk membentuk konsep normal baru, melakukan kerja sama dengan _influencer_ luar negeri dan domestik untuk mempromosikan pariwisata Kepulauan Riau pascapandemi.

“Konsep normal baru yang dimaksud ialah penerapan protokol kesehatan di seluruh sektor parekraf. Selain itu, _influencer_ saat ini sangat berpengaruh khususnya di media sosial, sehingga akan sangat membantu kami untuk menarik wisatawan,” kata Wan Rudy.

Wan Rudy melanjutkan, strategi selanjutnya yang dilakukan ialah pembenahan destinasi wisata. Pemprov Kepri memastikan terlebih dahulu kesiapan daerah wisata, agar destinasi tersebut layak untuk dikunjungi wisatawan. Lalu, bekerja sama dengan tempat wisata, perhotelan, dan restoran untuk melakukan _branding_ dan promo wisata seluas-luasnya.

Pengelola destinasi wisata nantinya juga harus mampu mengatur lalu lintas wisatawan. Sehingga tidak terjadi penumpukan dan aspek kesehatan tetap terjaga.

“Dengan menerapkan berbagai strategi dalam menghadapi tatanan kehidupan baru, Kabupaten Bintan siap untuk menerima kembali wisatawan,” kata Wan Rudy.

Sementara di bidang penerbangan, _Vice President Marketing_ Garuda Indonesia, Selfie Dewiyanti mengatakan pihaknya telah melakukan _aircraft prolong inspection_ dimana langkah ini merupakan bentuk _maintenance_ yang dilakukan oleh _airlines_ secara berkala, memastikan seluruh bagian pesawat terjaga kebersihannya. Untuk pelayanan di pesawat, Garuda Indonesia menggunakan kemasan sekali pakai supaya lebih aman.

Selain itu, bagi para penumpang yang akan melakukan penerbangan maka perlu melewati beberapa tahapan, diantaranya pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan kesehatan, saat check-in terdapat _protection shield_ untuk meminimalisir kontak, boarding pass juga sudah _self printing_, serta mengisi form di aplikasi eHAC Indonesia.

“Kemudian di dalam pesawat, juga sudah kami terapkan _physical distancing_, dimana terdapat bangku kosong diantara penumpang, supaya duduknya tidak berdekatan. Penerapan protokol kesehatan ini bertujuan agar para penumpang kami dapat terbang dengan aman dan nyaman,” kata Selfie.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *