Kementan Bantu Tingkatkan Indeks Pertanaman di Tanah Bumbu lewat Kegiatan RJIT

31 0

JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) membantu meningkatkan indeks pertanaman di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Di tempat ini, Ditjen PSP Kementan melakukan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kegiatan RJIT sangat dibutuhkan disaat kondisi ini.

“Yang kita hadapi saat ini adalah ancaman kekeringan akibat musim kemarau. Oleh karena itu, kita harus memastikan lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air. Dan itu bisa dilakukan dalam kegiatan RJIT,” tuturnya, Sabtu (08/08/2020).

Mentan SYL menjelaskan, efek yang langsung dirasakan petani adalah penambahan Indeks Tanam. Yang tadinya tanam hanya bisa sekali setahun, kini menjadi dua kali atau lebih.

“Dengan adanya program rehabilitasi jaringan irigasi, maka ada peningkatan pada indeks tanam petani, yang sebelumnya hanya sekali setahun menjadi dua kali,” terang Menteri Syahrul.

Sementara Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan pada tahun 2020 ini telah dialokasikan kegiatan RJIT di Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurutnya, lewat kegiatan ini Kementerian Pertanian membantu meningkatkan pemberdayaan petani pemakai air dalam pengelolaan jaringan irigasi tersier melalui kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier.

Jaringan Irigasi Tersier inilah yang masuk ke wilayah persawahan dan langsung berhubungan dengan para petani.

“Alokasi kegiatan RJIT dilakukan pada total lahan seluas 200 hektare (ha). Salah satu lokasi RJIT berada di Desa Paka Tellu, Kecamatan Kusan Hilir. Target dari kegiatan RJIT di desa ini adalah dapat mengairi areal seluas 50 Ha. Penerima manfaat kegiatan RJIT ini adalah Gapoktan Suka Bersama,” terang Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, pembangunan RJIT ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengurangi tingkat kehilangan air irigasi.
“Dan yang penting,P3A ataupun Gapoktan bersama sama dapat membagi air dengan baik, sehingga seluruh lahan dapat terairi dan dapat terus berproduksi.,” pungkas Sarwo Edhy.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *