Kementan Berharap Asuransi Dimanfaatkan Petani Probolinggo

502 0

PROBOLINGGO – AKibat banjir yang melanda, sejumlah petani di Kabupaten Probolinggo menderita kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Pasalnya, banjir merusak sekitar 7,7 hektare lahan pertanian. Kementerian Pertanian berharap petani memanfaatkan asuransi sebagai antisipasi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus bisa menjaga lahan agar terhindar dari kerugian.

“Kita mengerti jika lahan pertanian bisa terganggu oleh cuaca buruk, bencana alam, atau serangan hama. Oleh sebab itu, kita mengajak petani untuk memanfaatkan asuransi agar terhindar dari kerugian,” kata Mentan SYL, Sabtu (20/3/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan, asuransi adalah bagian dari upaya untuk menjaga ketahanan pangan.

“Dengan asuransi, pemerintah berharap produksi pertanian tetap terjaga. Sehingga ketahanan pangan pun tidak terganggu,” katanya.

Dijelaskan Sarwo Edhy, hal itu memungkinkan lantaran asuransi memiliki klaim yang bisa dimanfaatkan petani.

“Jika terjadi gagal panen, asuransi akan memberikan klaim sebesar Rp 6 juta perhektare. Dengan klaim ini, petani bisa terhindar dari kerugian dan tetap memiliki modal untuk menanam kembali,” ujarnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menyampaikan jika kerusakan lahan pertanian itu terjadi di Desa Dringu, Kedungdalem, Tegalrejo, dan Kalirejo, Kecamatan Dringu.

“Kerusakan itu terjadi karena tanaman pertanian terendam lumpur banjir,” kata Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono.

Ia mengungkapkan mayoritas tanaman yang rusak yakni bawang merah, padi, hingga jagung, yang rata-rata masih berumur muda. Tanaman petani rusak karena berulang kali terendam lumpur.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *