Kementan Beri Pelatihan PLEK untuk Ketua Poktan di Pati

573 0

PATI – Kementerian Pertanian memperlihatkan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya, melalui Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) bagi Ketua Kelompok Tani (Poktan) yang digelar di Pati, Jawa Tengah, Rabu (25 – 26 /8/2021).

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan PLEK akan sangat membantu petani.

“Petani harus mengetahui seberapa besar pendapatan serta pengeluaran yang mereka dapat dari usaha. Dari situlah keuntungan bisa diketahui. Semua bisa tercatat,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, memperkuat pernyataan tersebut.

“Saat ini, petani tidak boleh hanya mengetahui tanam, panen, jual. Petani harus tahu lebih dari itu. Tahu bagaimana mengolah agar nilai jual produk meningkat, termasuk tahu bagaimana mengelola keuangan. Lewat PLEK, cara mengelola keuangan akan dipelajari,” terangnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya, yang diwakili Kepala BBPP Batu. Wasis Sardjono berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya.

“Serap ilmu dengan diberikan dengan baik, sehingga bisa membantu peningkatan kesejahteraan petani,” paparnya.

Bustanul menambahkan, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kerja sama suami – istri untuk pengelolaan keuangan.

“Pendekatan tersebut juga untuk mendorong partisipasi dan pemberdayaan perempuan dalam hal literasi keuangan,” jelasnya.

Sedangkan Kepala BBPP Batu Wasis Sardjono, berharap seluruh peserta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kuncinya disiplin, baik saat mengikuti proses pelatihan maupun untuk menjadi sahabat Covid. Kita hampir 2 tahun meningkatkan imun agar tdak terperosok Covid. Sudah cukup, kita sudah harus memiliki perilaku untuk mencegah Covid,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri Dinas Pertanian Kabupaten Pati yang diwakili Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Sugiharto.

Kegiatan PLEK sendiri masih akan digelar disejumlah daerah, seperti Banyumas, Ngawi, Kayong Utara, Tanah Bumbu, Poso, Sidenreng Rappang, Bone, Bima, Manggarai Barat, dan lainnya.(EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *