Kementan dan Konsultan IPDMIP Gelar Rapat Evaluasi

48 0

DESTINASIDIGITAL.COM//JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memberikan perhatian serius kepada kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) Periode Semester I Tahun 2020.

Perkembangan kegiatan IPDMIP dilaporkan para konsultan dalam rapat monitoring, evaluasi, dan pelaporan perkembangan kegiatan konsultan proyek IPDMIP, Sabtu (11/07/2020), melalui aplikasi Zoom Meeting.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, salah satu tujuan kegiatan IPDMIP adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Peningkatan ketahanan pangan sangat penting dalam kondisi ini. Dan melalui kegiatan IPDMIP, kita ingin ketahanan pangan semakin meningkat. Sehingga Indonesia bisa mandiri pangan. Selain itu pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia bisa turut meningkat,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menambahkan, IPDMIP juga berupaya untuk meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan.

“Salah satu aspek terpenting dalam pertanian adalah ketersediaan air. Lewat IPDMIP, produktivitas dan nilai pertanian akan ditingkatkan dengan cara irigasi berkelanjutan. Agar tidak ada kendala teknis di lapangan, kita berharap Konsultan On Granting bisa segera ke lapangan,” tutur Dedi Nuryamsi.

Dalam rapat, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Leli Nuryati berharap data seluruh konsultan yang terlibat bisa dilengkapi.

“Rapat monev sudah harus merekap nama-nama konsultan per regional dan disitu sudah mencantumkan foto. Konsultan regional juga harus melaporkan kondisi sekarang dan yang dilakukan selama satu minggu kemarin. Kita ingin tahu apakah konsultan sudah berkoordinasi dengan masing-masing PIU, NPIU. Nantinya tim Monev akan memberikan usul yang mungkin salah satu usul bisa dilakukan dalam pengendalian kegiatan IPDMIP,” terangnya.

Leli Nuryati menambahkan, notulen dari kegiatan rapat ini harus segara ditindak lanjuti. Dan harus dibuat nota dinas kepada Kepala BPPSDMP mengenai mobilisasi tenaga ahli dan akan disampaikan juga ke inspektorat jenderal.

“Oleh karena itu, saya berharap leader dari konsultan regional proaktif membuat laporan-laporan yang akan disampaikan secara rutin minimal setiap hari Jumat. Secara inisifatif sebelum rapat monev, leader konsultan regional membuat laporan atau summary report mengenai kegiatan yang dilakukan konsultan regional dan konsultan on granting. Sehingga bisa terlihat nanti signifikan dampaknya terhadap realisasi,” terang Leli.

Menurutnya, hal ini harus dilakukan agar anggaran yang digunakan bisa tepat sasaran. Ia menilai konsultan harus juga bertanggungjawab terhadap amanah yang diemban.

Mengenai kegiatan konsultan, Leli menyampaikan tahapannya. Pertama, ia berharap konsultan berkoordinasi dengan NPIU di Kalsel. Kemudian harus menyampaikan aktivitas apa yang telah dilakukan dan langkah konkritnya. Sehingga realisasinya bisa ditingkatkan.

“Misalnya tenaga ahli sistem pertanian di provinsi memiliki anggaran sekian. Kemudian dari semua aktivitas, mana yang akan dilakukan di 2020. Apa yang dilakukan? Misalnya ada pelatihan PPL, sehingga dapat diketahui jumlah PPL yang diperlukan, dilatih, dan bekerja dan bagaimana caranya mencapai itu. Jadi harus ada target dan tahapannya apa,” terangnya.

Menurutnya, hal itu yang harus dipikirkan dan dilaksanakan konsultan. Sebab konsultan harus memberikan masukan kepada NPIU, mengenai apa yang akan dicapai dengan anggaran yang ada. Konsultan juga harus menjelaskan output dan targetnya.

Sementara Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penyuluhan Pertanian Riza Fakhrizal yang juga Deputi Program IPDMIP, menjelaskan output dari kegiatan ini.

“Untuk rapat kali ini, kita ada dua agenda utama. Pertama mereview perkembangan kegiatan teman-teman selama 1 minggu, baik konsultan regional maupun konsultan on granting. misalnya mengenai mobilisasi, homebase, atau koordinasi dengan stakeholder terkait. Juga mengenai pekerjaan-pekerjaan yang kemarin dilakukan selama seminggu. Nanti teman-teman dari tim monev akan memandu untuk mencoba merangkum kegiatan yang dilakukan,” katanya.

Sedangkan agenda kedua adalah tugas khusus untuk melakukan identifikasi dan inventarisasi di BPP calon kostratani lokasi proyek IPDMIP. Dari hasil identifikasi dan inventarisasi, akan ditentukan calon penerima sarana IT dari IPDMIP pusat untuk Kostratani di 480 lokasi yang ada di 14 provinsi, dan 72 kabupaten.(EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *