Kementan Dukung Panen Perdana Ubinan Musim Tanam I di Simalungun

215 0

SIMALUNGUN – Kementerian Pertanian memberikan dukungan nyata agar produksi pertanian bisa digenjot. Karena, dengan cara itu ketahanan pangan bisa terus dijaga.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini menjaga ketahanan pangan adalah keharusan.

“Di tengah adanya potensi yang mengganggu ketahanan pangan, kita harus menggenjot produksi pangan dalam negeri. Kita harus mengantisipasi hadirnya ancaman yang bisa mengganggu ketahanan pangan,” kata Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Sebagai sektor yang mampu terus tumbuh saat pandemi, pertanian harus menjadi yang terdepan untuk memulihkan ekonomi. Termasuk dalam hal menjaga ketahanan pangan,” kata Dedi.

Ia menambahkan, Kementan pun memanfaatkan berbagai program untuk mendukung hal tersebut. Termasuk melalui program IPDMIP.

Salah satunya Kegiatan Sekolah lapang yang dilaksanakan oleh DPIU Kabupaten Simalungun pada musim tanam Asep MT- I tahun 2022, yang sudah memasuki masa panen di Kelompok Tani Dasroha, Desa/Nagori Mekar Mulia Kecamatan Tanah Jawa, Rabu (20/7/2022).

Sekolah lapang diikuti 30 orang peserta, terdiri dari 11 orang laki – laki dan 19 orang perempuan. Turut hadir pada acara tersebut Tim DPIU Kabupaten  Situmorang, Misdi, Konsultan Ogo Arif Batu Bara, dan Konsultan Kabupaten Muhammad Ridwan.

Sebelum panen dimulai, dilakukan terlebih dahulu ubinan oleh tenaga statistic Kabupaten Simalungun dengan cara menentukan koordinat ubinan lalu melaksanakan pemetaan lokasi ubinan dengan luas 2,5 M x 2.5 M di lokasi Laboratorium Lapangan (LL).

Proses ubinan didampingi langsung tim  DPIU dan Konsultan lapangan, hasil ubinan yang dilakukan oleh tenaga statistic dengan jumlah produktivitas 7,6 ton /Ha.

Dari hasil ubinan dapat dilihat bahwa sudah terjadi peningkatan produktivitas sangat signifikan yang selama ini hanya mencapai 5 ton/ha. Ada kenaikan 2,6 ton/ha

Ketua Kelompok Tani Dasroha sangat gembira dan terus mendukung kegiatan IPDMIP yang ada di kelompok mereka dan akan melanjutkan hasil pembelajaran yang mereka terima selama ini dan juga menerapkan pada pertanaman berikutnya.

“Pembelajaran sekolah lapang yang telah kami ikuti merubah cara tanam kami  yang selama ini dengan cara tanam tegel  menjadi tanam jajar legowo 4:1 dengan memperbanyak tanaman pinggir,” katanya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, dan semua stakeholder yang terkait yang telah memberikan pembelajaran dan materi – materi cara berusaha tani yang baik melalui kegiatan sekolah lapang kepada petani kami di Desa/Nagori Mekar Mulia Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun,” katanya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *