Kementan Genjot Perluasan Tanaman Kakao di Daerah Potensial

416 0

LUWU UTARA – Perubahan sistem pertanian tradisional ke pertanian modern mendesak untuk dilakukan. Karena itu, Kementerian Pertanian mulai berbenah untuk memulai melakukan perubahan pertanian di pedesaan.

Kementerian Pertanian dan PT. Mars memiliki berkomitmen dalam pengembangan SDM Pertanian, khususnya di bidang Kakao, melalui pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM Petani, Penyuluh , widyaiswara dan Fasilitator Desa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, perlu sebuah perencanaan yang matang serta juga edukasi terhadap petani agar produksi kakao bisa terus meningkat.

Menurut Mentan Syahrul, apabila hal itu terwujud bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi kekuatan kakao baru di dunia.

“Untuk bisa meningkatkan produksi kakao ada sejumlah cara yang bisa dilakukan antara lain penanaman yang baik serta perluasan tanaman kakao di daerah yang potensial. Karena, hampir seluruh wilayah di Indonesia berpotensi untuk ditanami kakao,” kata Mentan Syahrul.

Salah satu kerjasama tersebut adalah penguatan kelembagaan pertanian di pedesaan melalui transformasi Cocoa Doctor menjadi P4S. Modalitas MARS melalui Cocoa Doctor sebagai model wirausaha Kakao di desa memiliki peran dan tujuan serupa dengan peranan P4S Sebagai modalitas kelembagaan Petani dibawah BPPSDMP.

Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi peningkatan produktivitas tanaman yang akan berpengaruh pada pendapatan, dan produksi kakao yang berkualitas serta berkelanjutan. READSI berupaya mendukung program Kementerian Pertanian menjadikan Petani Maju, Mandiri, Modern.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan peningkatan kualitas SDM selalu diupayakan secara maksimal.

“Kementerian Pertanian dalam hal ini BPPSDMP terus berupaya agar skill, pengetahuan, kemampuan, juga kapasitas SDM pertanian Indonesia meningkat, baik penyuluh, petani, petani milenial, poktan maupun gapoktan,” kata Dedi.

Untuk mewujudkan hal tersebut Pusat Pelatihan Pertanian (Program READSI) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Teknis Kakao P4S Cacao Doctor Program READSI Angkatan I, Tanggal 24-28 Februari 2022 di P4S Buana Reso, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

Kegiatan ini serentak dilaksanakan di 8 P4S binaan BBPP Batangkaluku, yaitu Pelatihan Teknis Kakao P4S Cacao Doctor Program READSI Angkatan II di P4S Tunas Harapan Kab. Luwu, Angkatan III di P4S Benteng Kakao Kab. Luwu Timur, Angkatan IV di P4S Buah Harapan  Kab. Luwu, Angkatan V di P4S Sina Bosso Baru Kab. Luwu Timur, dan  3 Angkatan yakni Angkatan VI di P4S Serli Tani, Angkatan VII di P4S Meohai, Angkatan VIII di P4S Tanindo Global yang semuanya dilaksanakan di Kab. Kolaka Utara.

Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola dan membudidayakan tanam kakao sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas tanaman kakao.

Ketua P4S Buana Reso, Rusleli, mengatakan merasa bangga dan berterimakasih kepada Kementerian Pertanian dalam hal ini Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku telah memilih kami P4S Buana Reso sebagai tempat pelatihan untuk petani di Kabupaten Luwu Utara.

Menurutnya, Perhatian pemerintah terhadap komoditi ini sangat luar biasa, dimana kabupaten luwu utara merupakan salah satu penopang tanaman kakao.

Oleh sebab itu beliau berharap kepada seluruh peserta agar dalam mengikuti pelatihan ini rileks saja dan tidak tegang, Mari kita sama-sama belajar dan berbagi ilmu bagaimana bisa meningkatkan produksi tanaman kakao yang ada di wilayahnya.

Basrum, Kepala Desa Bumi Harapan menyampaikan bawah  program Kementerian Pertanian ini jangan dianggap biasa.

“Karena dengan pelatihan ini peserta dapat menimba ilmu yang nantinya diaplikasikan di wilayahnya masing-masing, mengingat kondisi kakao di Kabupaten Luwu Utara  khususnya di Desa Bumi Harapan produktifitas kakaonya masih belum maksimal, olehnya   betul-betul perlu untuk tingkatkan sumber daya manusianya, maka dengan pelatihan ini harus serius mengikuti bukan hanya sekedar hadir saja tanpa mendapatkan ilmu setelah kegiatan ini,” katanya.

Sedangkan Perwakilan dari PT. Mars, Kisman, mengatakan READSI merupakan program nasional  dari Kementerian Pertanian yang tidak main-main menggelontorkan dana yang begitu besar. sehingga peserta yang diundang ke tempat ini betul-betul memanfaatkan kesempatan yang sangat penting ini.

“Kami dari PT. Mars senantiasa terus mendampingi petani dalam peningkatan produksi kakao dan dalam hal pembelian biji kakao langsung ke petani ataupun melalui pedagang yang ada di daerah,” Ungkapnya.

“PT Mars berharap kakao tetap akan berkelanjutan dan tetap mendapatkan produksi dari petani diwaktu yang akan datang. Pelatihan ini tidak hanya sekedar dilaksanakan tetapi hasil dari pelatihan ini agar diimplementasikan dan diaplikasikan untuk mendorong produksi  kakao yang di wilayah masing-masing, mengingat luwu raya ini merupakan salah sentra kakao terbesar di Sulawesi Selatan,”jelasnya

Menambahkan Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian Kab. Luwu Utara, Made Sudana, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan salah satu visi pemerintah Luwu Utara yang saat ini adalah Padi Berkelanjutan, Kakao Lestari.

“Data tahun 2020 menunjukkan bahwa potensi luas kakao di kabupaten luwu utara kurang lebih 37.000 hektare, itu tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Mengingat dari potensi yang besar itu, tentunya memiliki peluang yang sangat besar juga untuk mengambil manfaat dari potensi yang dimiliki. Tentunya untuk memenuhi hal tersebut banyak tantangan yang harus kita hadapi, baik dari harga komoditas, dimana saat ini kita bersaing dengan berbagai komoditas lain  dengan harga yang lebih menarik, selain  itu tantangan lain adalah dari teknik budidaya yang saat ini belum maksimal untuk mencapai hasil yang diinginkan, “paparnya

Oleh karena itu hal utama yang harus kita tingkatkan adalah sumber daya manusia kita, sebagaimana pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian saat ini.

“Peserta diberikan kepercayaan mengikuti pelatihan ini selama 5 hari ke depan, maka ilmu yang diperoleh nantinya dapat diimplementasikan mulai dari kebunnya sendiri kemudian memberitahukan, mengajak dan memotivasi  kepada petani lainnya untuk melakukan hal yang sama. Mari kita bangkit dan yakin bahwa kakao ini memiliki masa depan yang cerah,” harapnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *