Kementan Kembangkan Sarpras Pelatihan Lebah Madu Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian

356 0

JAMBI – Pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang dilakukan Kementerian Pertanian, menyasar segala bidang, termasuk budidaya lebah madu. Untuk memaksimalkan hal itu, Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menerima dukungan dari PT Wirakarya Sakti (WKS) dalam bentuk pemberian sebanyak 1600 bibit akasia yang siap ditanam.

Kerjasama ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan pertumbuhan pertanian harus diikuti oleh SDM yang handal.

“SDM pertanian yang handal dapat meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas petani dan penyuluh yang sebagai ujung tombak kegiatan pertanian,” ujar Mentan Syahrul.

Dukungan yang diberikan PT WKS sendiri merupakan wujud nyata sinergi triple helix antara pemerintah, swasta dan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S). Bibit yang diserahkan tersebut dimaksudkan untuk dapat ditanam dan ditargetkan dapat menjadi sumber makanan bagi lebah madu yang sedang dibudidayakan oleh Bapeltan Jambi.

Saat ini sudah dikembangkan 4 kotak koloni lebah, dimana lebah tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan nantinya dapat menjadi sarana pelatihan bagi SDM pertanian yang ingin belajar terkait lebah madu.

Bentuk kerjasama ini juga merupakan tindak lanjut dari upaya Bapeltan jambi terus melaksanakan peningkatan kapasitas SDM khususnya di bidang budidaya madu. Sebelumnya Bapeltan Jambi telah mendorong rumah madu hutan Jambi yang merupakan produsen madu untuk menjadi P4S yang diharapkan dapat menjadi promotor pengenalan budidaya lebah madu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian tidak berhenti walaupun ditengah serangan Covid-19, memberikan spirit tersendiri bagi petani.

“Petani, P4S dan Penyuluh terus bekerja untuk menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia. Tentunya dengan mengikuti protokol pencegahan Covid-19 baik dilapangan maupun dimanapun berada,” tegas Dedi.

Dukungan dari PT WKS akan semakin memperkuat kerjasama antara 3 institusi tersebut guna mencapai satu visi yang sama, dimana saat ini telah dirancang penyelenggaraan pelatihan budidaya madu bagi petani, bee keeper, dan agripreneur madu.

Dalam kegiatan penyerahan bibit akasia turut hadir pimpinan dari masing-masing institusi dan terdapat anggota legislative daerah yang terdiri dari Kepala Bapeltan Jambi Zahron Helmy, Direktur CSR PT WKS Daulat Sitorus, Anggota Komisi III DPRD  Kab. Tanjung Jabung Barat H. Suheri, Ketua P4S Rumah Madu Hutan Jambi Chandra Lela, dan KTU Bapeltan Jambi Ngasiran.

Dalam sambutannya Anggota Komisi III DPRD Kab. Tanjung Jabung Barat, Suheri, mendukung kolaborasi antar institusi ini.

“Kegiatan pelatihan harapannya dapat segera dilaksanakan karena sudah ditunggu oleh masyarakat yang ingin menggeluti budidaya lebah madu,” ujarnya.

Pihak WKS yang dihadiri oleh Direktur CSR merasa senang dapat menjalin kerjasama dalam pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Bapeltan Jambi dan P4S Rumah Madu Hutan Jambi.

Kepala Balai Bapeltan Jambi, Zahron Helmy, sangat mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang sangat konsen dalam pengembangan kompetensi SDM pertanian di wilayah Bapeltan Jambi.

Zahron juga menjanjikan penyelenggaraan pelatihan lebah madu akan segera dilaksanakan, dimana Bapeltan Jambi sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana belajar, kurikulum, pengajar/fasilitator, dan juga akan segera ditanam bibit akasia yang diberikan.

PENULIS: A.S. Jamil

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.