Kementan Lakukan Pendampingan KUR yang Disalurkan Bank BUMN

517 0

GORONTALO – Salah satu faktor penting untuk mendukung usaha pertanian adalah modal. Untuk itu, Kementerian Pertanian membantu membuka akses permodalan, khususnya KUR, untuk para petani. Hal ini juga dilakukan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengajak Kepala Daerah di Indonesia untuk meningkatkan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian secara masif.

“Percepatan KUR penting dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian secara nasional. Sektor pertanian dapat berkontribusi semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan akses permodalan ini turut dibantu dalam Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling up Initiative (READSI).

Menurutnya, tujuan dari READSI adalah meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran agar meningkat kapasitasnya dan berdaya.

“READSI juga mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga serta pemupukan modal anggota melalui kegiatan simpan pinjam kelompok tani serta akses lembaga keuangan,” katanya.

Program KUR dengan bunga 6% per tahun, dapat dimanfaatkan oleh petani. Oleh karena itu, kepala daerah diharapkan dapat mendorong mereka memanfaatkan KUR yang disalurkan melalui bank milik BUMN seperti Bank Mandiri, BRI dan BNI.

Total akumulasi penyaluran KUR di sektor pertanian sejak awal 2021 hingga 25 Juli 2021 mencpai Rp 41,89 triliun yang didominasi subsektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 9,5 triliun, diikuti subsektor pertanian padi Rp 7,8 triliun, serta subsektor perkebunan tanaman lainnya dan kehutanan sebesar Rp 5,5 triliun.

Mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian melalui Program READSI, berkontribusi dalam peningkatan kapasitas SDM pertanian dalam meningkatkan literasi keuangan dan pendampingan akses permodalan bagi petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato menghimbau kepada seluruh Penyuluh dan Fasilitator Desa untuk saling bersinergi mendampingi petani dalam mengakses KUR.

Di kabupaten Pohuwato READSI bekerja di 18 Desa dengan personel 18 orang Fasilitator Desa yang melakukan pendampingan penguatan kelompok tani hingga akses permodalan bersama Penyuluh.

Seluruh tim pemberdayaan, Penyuluh dan Fasilitator Desa secara reguler melakukan identifikasi, pengawalan dan pendampingan kelompok tani memfasilitasi agar dapat mengakses KUR untuk pembiayaan usaha.

Refli, Fasilitator Desa Karya Baru, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, mengaku senang berhasil membantu kelompok tani binaannya dalam mengakses KUR di Bank BRI Unit Manggau.

Sebelumnya Refli juga telah mengikuti Pelatihan Sejuta Penyuluh dan Petani yang diselenggarakan Badan PPSDMP  terkait bagaiman mengaksesa dana KUR. Dengan bekal yang diperoleh selama pelatihan Refli membantu mempersiapkan persyaratan administrasi kelompok tani.

Hasilnya, kelompok tani Bahtera dengan komoditi  jagung dan kelompok tani Molopoga II komoditi dengan padi sawah berhasil  mendapat kuncuran dana KUR sebesar 20 juta per anggota, dengan komitmen membayar 2 kali masa panen,  dihitung 6 bulan dengan angsuran 10,5 jt yang dibayarkan setiap panen.

“Harapan Kelompok Tani Bahtera dan Molopoga ll dengan adanya kuncuran dana pinjaman yang rendah bunganya seperti KUR ini dapat memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak yang selama ini menjerat petani,” pungkas Refli.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *