Kementan Maksimalkan Penyuluhan agar Petani Adaptasi dengan Pertanian Modern

667 0

SURABAYA – Penekanan keringat tak pernah mengkhianati hasil selalu digaungkan Kementerian Pertanian. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional selama dua tahun terakhir melalui sektor pertanian. Untuk itu Kementan juga mengajak penyuluh untuk semakin adaptif dengan pertanian modern.

Hal itu terungkap saat Koordinasi Konsultan Regional Program IPDMIP pada tanggal 27-29 Januari 2022 di Surabaya lalu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengingatkan bahwa di era industry 4.0 ini, pembangunan sektor pertanian dapat terus bergerak.

“Caranya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta Internet of Think (IOT).  Sudah seharusnya pula dengan teknologi tersebut sektor pertanian bertransformasi dari pertanian konvensional menjadi pertanian modern yang bercirikan produktivitas tinggi, efisien, dan menguntungkan,” katanya.

Dengan teknologi tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian dan tenaga penyuluhnya juga harus bertransformasi baik materi maupun metodologinya yang berorientasi pada ICT dan IOT dalam penerapan pertanian ramah lingkungan, dan dikelola sebagai bisnis.

Dalam kesempatan ini, berbagai capaian dilaporkan para konsultan regional dan kabupaten mulai dari aspek peningkatan produktivitas, perbaikan akses pasar melalui pendekatan rantai nilai, serta peningkatan akses pada layanan pembiayaan/permodalan di perdesaan.

Menurut Dedi, dari paparan para konsultan daerah, tersirat terjadinya peningkatan produktivitas pada lahan usaha tani padi sawah sebagai hasil petani mengikuti kegiatan Sekolah Lapangan (SL).

Di Kabupaten Pasaman Barat produktivitas padi sawah di lahan petani peserta SL meningkat dari 4,5 ton/ha menjadi 8,5 ton/ha dan bahkan petani di Talu, Kecamatan Talamau yang selama puluhan tahun menerapkan IP100 meningkat menjadi IP200. Di Kabupaten Ngawi sebanyak 5.966 petani meningkat produktivitas padinya dari rata-rata 5,7 ton/ha menjadi rata-rata 8,2-8,3 ton/ha.

Di Kabupaten Sumedang pada 12 Daerah Irigasi produktivitas padinya meningkat dari 6,39 ton/ha menjadi 7,2 ton/ha.  Di Kabupaten Aceh Utara, sebanyak 1.050 petani peserta SL meningkat produktivitas padinya dari 4,5 ton/ha menjadi 8,5 ton/ha.

Di Kabupaten Lombok Tengah pada 6 Daerah Irigasi produktivitas padi meningkat dari 5,44 ton /ha menjadi 7.44 ton/ha.  Di Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 1.164 petani peserta SL meningkat produktivitas padinya dari dari 4,6 ton/ha menjadi 6,2 ton/ha.

Dalam hal perbaikan akses pasar, dilaporkan sebanyak 1.682 petani yang tergabung dalam 5 Gapoktan di Ngawi saat ini sedang membuat Akte Notaris dan Badan Hukum Asosiasi GEMAS (Gerih Maju Sejahtera) untuk keperluan menggarap program kemitraan dengan PT Wilmar Padi Indonesia.

Selain itu, sebanyak 1437 petani sudah menerima layanan KUR. Sementara itu, petani di Sumedang telah berhasil bermitra dengan BUMDES, sedangkan petani di Provisi NTB dan NTT masing-masing telah dimulai proses penilaian kelayakannya utuk mendapatkan layanan pembiayaan dari Bank NTB Syariah dan BPD NTT.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan keberhasilan capai ini tak lepas dari kerja keras sumberdaya manusia pertanian. “Berkat kerja keras SDM pertanian kita yang gigih dan konsisten berproduksi menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia meskipun sedang dilanda pandemi Covid 19. Itu sebabnya, ketahanan pangan Indonesia masih aman dan tetap terjaga”, terangnya.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Bustanul Arifin Caya menyampaikan dorongannya agar capaian IPDMIP terus ditingkatkan dan mengarahkan agar para konsultan membuat perencanaan yang matang dengan berorientasi pada output dan outcome yang berkualitas.

“Untuk itu, konsultan regional berperan penting dan harus memperkuat koordinasi pelaksanaan kegiatan IPDMIP dengan jajaran penyuluh di BPP, dan penanggung jawab kegiatan di kabupaten dan provinsi agar perencanaan kegiatan sesuai dengan tujuan program pusat dan daerah” tutup Bustanul. (SPR/PF)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *