Kenalkan Kostratani di Pangandaran, Kepala BPPSDMP Sampaikan Pentingnya Peningkatan SDM

18 0

PANGANDARAN – Penguatan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dilakukan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (14/08).

Dalam kesempatan ini, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.

“Berbicara mengenai pembangunan pertanian, maka harus dilakukan dari pembangunan SDM terlebih dahulu. Yang terpenting adalah memberdayakan SDM, memberdayakan petani, memberdayakan penyuluh, memberdayakan petani milenial, dan memberdayakan seluruh stakeholder pertanian,” tuturnya.

Menurut Dedi Nursyamsi, dengan pemberdayaan SDM maka produktivitas akan meningkat. Baik produktivitas dari tingkat desa, kecamatan, produktivitas kabupaten atau kota, provinsi, bahkan produktivitas nasional ikut meningkat.

Kalau produktivitas sudah meningkat, maka swasembada pangan bukan hanya mimpi, tetapi swasembada pangan sudah ada digenggaman kita. Dan Saya datang ke sini untuk membangun SDM pertanian di Pangandaran. Caranya Melalui Kostratani. Sebab Kostratani fungsinya sebagai pusat data dan informasi, pusat pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, juga konsultasi,” kata Dedi.

Menurutnya, di Kostratani yang menjadi komandan adalah Camat. Sedangkan koordinator dan ketua hariannya adalah BPP yang terdiri dari penyuluh.

“Dalam setiap peperangan, yang utama itu pasukan infantri harus punya penembak jitu. Kalau penembak jitu 1 peluru 1 nyawa. Penembak jitu mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Di pertanian, penyuluh itu harus menjadi penembak jitu. Karena Penyuluh diharapkan bisa membantu meningkatkan produktivitas,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tisna Umaran berterima kasih atas Kementan, terutama BPPSDMP, di Pangandaran. Menurutnya, kehadiran Kementan di tengah-tengah insan pertanian bisa menambah semangat bekerja, khususnya buat penyuluh BPP.

Ditambahkan Tisna, sektor pertanian Pangandaran menjadi salah satu yang bisa berperan maksimal selama pandemi Covid-19.

“Saat Covid 19 di bidang pertanian tidak berdampak besar, dan tidak terlalu berpengaruh. Selain itu Kita juga melakukan dan memberikan bantuan pendampingan agar petani tetap semangat beraktivitas di lapangan,” katanya.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *