Kenduri Seni Melayu Batam Masuk Calender Of Event Wonderful Indonesia 2020

155 0

BATAM – Kenduri Seni Melayu (KSM) yang rutin digelar di Batam setiap tahunnya, mulai tahun 2020 masuk ke dalam Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2020. CoE 2020 ini diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (15/10/2019) malam.

Penetapan CoE Wonderful Indonesia 2020 tersebut agar penyelenggaraan event di Indonesia mempunyai standar nasional dan internasional dalam kemasannya, baik dari segi koreografi, arrangement musik, maupun penataan kostum atau busana.

CoE Wonderful Indonesia pertama kali dibukukan dan dibuat pada 2017, namun saat itu belum menggunakan kurator dalam pemilihan event. Kemenpar hanya meminta usulan tiga events dari masing-masing provinsi. Kemudian tahun berikutnya 2018 hingga sekarang penentuan CoE wajib menggunakan kriteria 3C (Cultural/Creative Values, Commercial dan Communication Values, dan CEO Commitment) dan dikurasi oleh para kurator professional di bidangnya.

Tim kurator tersebut di antaranya; Taufik Rahzen (cultural value), Eko Supriyanto, Denny Malik, Heru Prasetya (creative value), Don Kardono (communicantion/media value), dan Jacky Mussry (commercial/economic value).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata mengatakan, KSM merupakan salah satu atraksi andalan Batam. Bahkan, event ini sudah digelar selama 19 tahun dan melibatkan sejumlah negara di Asia.

“KSM ini rutin kita laksanakan, setiap tahun, tak pernah ada jeda. Tahun ini digelar yang ke-20. Event ini juga sebelumnya mendapat penghargaan di ajang Anugerah Pariwisata Kepulaun Riau 2019 di Pacific Palace Hotel, Sabtu (31/8) malam lalu,” katanya.

“KSM merupakan agenda kebudayaan, namun kemasannya layak untuk mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara, karena pesertanya saja banyak dari negara jiran yang serumpun. Promosi sejak jauh hari sebelum pelaksanaan event selalu kita lakukan, dan selalu ada kejutan-kejutan baru kita tampilkan di ajang KSM ini,” ujarnya.

“Tahun 2019 ini tidak lagi kita adakan di Dataran Engku Putri, namun kita coba pindahknan ke Dataran Engku Hamidah, depan Edukits Batam Centre, serta akan dikombinasikan dengan bazar dan akan ada parade budaya,” ungkapnya lebih jauh.

Batam Tourism Promotion Board (BTPB) memandang hal ini juga sejalan dengan amanah Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu. “Melalui agenda seni dan kebudayaan ini, pemerintah dapat mengangkat berbagai macam segmen budaya Melayu, seperti sastra lisan, tulisan, tarian, dan sebagainya,” ujar Rahman Usman selaku Ketua BTPB, Selasa (16/10).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, mengatakan bahwa hadirnya KSM di dalam daftar Top 100 Wonderful Indonesia 2020 merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Batam. “Dengan event ini, Batam akan mempunyai nilai tambah di mata wisman dan dunia. Apalagi tahun ini penyelenggaraan KSM juga akan mengemas lomba cipta lagu Melayu dengan menggandeng anak-anak milenial yang kreatif untuk memeriahkan KSM tahun ini
” kata Rizki, diamini oleh Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, CoE Wonderful Indonesia merupakan kalender pariwisata nasional dan merupakan salah satu program strategis Kemenpar dalam mempromosikan destinasi pariwisata melalui atraksi dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara  serta menggerakan wisatawan nusantara untuk berwisata di Tanah Air.

“CoE 2020 akan berdampak besar dalam mendongkrak kunjungan wisman serta menggerakkan wisnus ke destinasi yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak 100 event pariwisata unggulan itu akan digelar sepanjang tahun ini. Pemerintah daerah serius menyusun dan menggarap event-event yang masuk dalam 100 CoE 2020 agar bisa mendatangkan wisman lebih banyak lagi ke Indonesia,” kata Menpar Arief.

“Penyelenggaraan event pariwisata di Indonesia mutlak disusun dalam sebuah CoE agar wisatawan mudah untuk mengetahui event-event pariwisata yang ada di daerah, selain itu para traveller akan lebih tertarik untuk melihat destinasi di daerah. Daerah yang menggelar event pariwisata jadi dikenal oleh wisatawan dunia dan menarik wisatawan untuk mengetahui destinasi di daerah itu,” imbuhnya.

“Kriteria cultural/creative values sebagai unsur kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata (local content dan pengembangannya), koreografi (memanfaatkan panggung yang besar, camera genic), desainer, aransemen musik. Sementara kreteria commercial dan communication values sebagai unsur dalam upaya meningkakan jumlah wisatawan, media value, dan multiplier effect yang memiliki dampak ekonomi dan sosial, sedangkan CEO commitment merupakan komitment gubernur dan bupati (kepala daerah),” jelasnya.

“Kepala daerah harus mempunyai komitmen kuat (committed) untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya, antara lain; dengan pengalokasian anggaran di sektor pariwisata; dalam melaksanakan CoE harus konsisten (waktu penyelengggaraannya tidak boleh berubah), dan pelaksanaan event pariwisata itu telah berjalan minimal selama 3 tahun berturut-turut agar dapat dimasukkan dalam CoE 2020,” ujar Menpar Arief lebih jauh.

“Ratusan event pariwisata yang diusulkan daerah dari 34 provinsi di seluruh Indonesia kemudian dikurasi oleh Tim Kurator Kemenpar untuk ditetapkan sebagai 100 CoE Wonderful Indonesia 2020. Di antara 100 event tersebut juga ditetapkan sebagai Top-10 CoE 2020. Keseluruhan event yang masuk dalam CoE 2020 akan mendapatkan pendampingan dan dukungan promosi media (pre, on, dan post), serta dukungan penyelenggaraan pada saat event berlangsung dari Kemenpar, agar memiliki “nilai jual”, serta lebih menarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” tutupnya.(**)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *