Keren, Akurasi dan Efektivitas Tinggi Serapan Dana PEN 50,7% Airlangga

628 0

JAKARTA – Kebijakan penggunaan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) ala Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memang keren. Akurasi dan efektivitas serapannya sangat tinggi. Layak diapresiasi. Sebab, penggunaan dana PEN baru 50,7%. Meski demikian, impact secara ekonomi dan terhadap kurva Covid-19 sangat positif.

“Realisasi anggaran PEN mencapai 50,7% dari pagu. Nilainya sekitar Rp377,5 Triliun. Pengunaan dana PEN tetap hati-hati dan sesuai kebutuhan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua KPC-PEN.

Untuk 2021, pagu anggaran PEN mencapai Rp744,77 Triliun. Penggunaannya pun sangat efektif karena tahun ini sudah berjalan 9 bulan berjalan. Dana PEN juga baru dicairkan 50,7%. Meski demikian, impact dari efisiensi penggunaan dana PEN sangat positif. Sebab, pertumbuhan ekonomi nasional sanagt impresif.

Salah satu acuan impresifnya pertumbuhan ekonomi nasional adalah keluarnya Indonesia dari status resesi. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2021 mencapai 7,07%. Tren positif tersebut memantik optimisme pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2021 berada pada level 3,7%-4,5% year on year (yoy).

Pergerakan pertumbuhan ekonomi tersebut diikuti tetap terkendalinya laju inflasi. Untuk inflasi bulanan mencapai 0,03%. Kalau konversi tahunannya menjadi 1,59%. Ekspektasi konsumen atas pertumbuhan ekonomi 6 bulan ke depan juga positif. Mengacu Survey Konsumen Bank Indonesia, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) Agustus 2021 mencapai 95,3.

IEK terus mengalami penguatan. Dengan skor 95,3 pada Agustus 2021 jadi indikator kenaikan 2,1 dari bulan sebelumnya. Sebab, IEK Juli 2021 berada pada skor 93,2. “Pemerintah memiliki banyak program untuk memulihkan perekonomian. Sejauh ini kebijakan-kebijakan tersebut positif. Pertumbuhan ekonomi nasional harus dipertahankan,” jelas Airlangga yang notabene Ketua Umum Partai Golkar.

Lalu, bagaimana dengan penanganan pandemi Covid-19? Sejak kebijakan PPKM berbasis level digulirkan, kasus positif Covid-19 turun hingga 86,9%. Rata-rata angka keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Rate/BOR) nasional sekitar 27%. Hasilnya, PPKM Level 4 di Jawa turun signifikan.

Untuk kabupaten/kota turun dari 51 menjadi 25 spot. Untuk daerah Level 3 naik dari 67 menjadi 76 kabupaten/kota. Adapaun zonasi Level 2 naik dari 10 menjadi 27 kabupaten/kota. Serupa dengan rapor di luar wilayah Jawa-Bali. Adapun posisi PPKM berbasis level di luar Jawa-Bali sangatlah positif.

Saat ini provinsi di luar Jawa-Bali sudah steril dari PPKM Level 4. Sebanyak 2 sisa provinsi dengan PPKM Level 4 melompat menjadi Level 2. Untuk PPKM Level 3 menyusut dari 22 provinsi menjadi 16 provinsi. Ada penambahan signifikan untuk zonasi PPKM Level 2. Terjadi penambahan dari 3 provinsi menjadi 11 provinsi.

“Ekonomi dan kesehatan bisa diseimbangkan kembali. Kondisinya kondusif. Anggaran PEN yang dikeluarkan sangat positif. Sekali lagi, kami sangat berhati-hati dalam menggunakan anggaran PEN,” tegas Airlangga.

Menggunakan dana PEN, kalkulasi detail sudah dilakukan. Untuk Perlindungan Sosial menghabiskan dana Rp108,6 Triliun, lalu Klaster Kesehatan mencapai Tp93,45 Triliun. Program prioritas sudah berada pada angka Rp58,04 Triliun dan dukungan bagi UMKM, Koperasi, hingga Korporasi sekitar Rp59,93 Triliun.

Ada juga alokasi anggaran PEN untuk insentif usaha sebesar Rp57,92 Triliun. Saat ini, proses pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Tp8,8 Triliun sudah selesai. Dana tersebut dibagikan kepada 3,4 Juta pekerja dan masing-masing mendapat uang Rp1 Juta. Pos pencairan lain adalah realisasi Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro senilai Rp15,25 Triliun. Diberikan bagi 12,71 Juta orang, pencairannya 99,3%.

Dana PEN juga digunakan untuk perbaikan kompetensi sumber daya manusia melalui program Kartu Prakerja. Program ini dinikmati 3.040.724 Orang dan menyedot anggaran Rp6,82 Triliun. Secara umum, program Kartu Prakerja diminati 79,7 Juta masyarakat.

Sedangkan untuk pendaftaran yang dibuka hingga 12 September kemarin, sebanyak 3.967.595 warga mendaftar pada Kartu Pra Kerja gelombang 19. Lebih lanjut, pemeribtah juga sedang melakukan pencairan bantuan tunai bagi Pedagang Kaki Lima dan Warung. Bantuan sebesar Rp1,2 Juta per Jiwa dicairkan melalui TNI dan Polri.

“Program untuk mendukung pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 juga berjalan lancar. Semuanya bagus karena dinikmati langsung masyarakat. Sebagai contoh program Kartu Prakerja yang terbukti bisa memberikan masa depan dan akses ekonomi bagus bagi penerimanya,” tutup Airlangga.(****)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *