Konser Amal Jazz, Perkuat Batam Sebagai Panggung Budaya Melayu

249 0

BATAM – Batam selalu punya cara unik untuk menampilkan atraksi wisata. Termasuk melalui Konser Amal Musik Jazz Melayu yang digelar di Ballroom Crown Vista Hotel, Minggu (10/3) malam. Konser ini semakin memperkuat Kota Batam sebagai panggung budaya Melayu.

Ketua panitia pelaksana Konser Amal Jazz Melayu, Umar Faruq mengatakan, event ini sangat unik. Pasalnya menggabungkan musik tradisional dan juga modern. Inisiatornya pun bukan dari kalangan musisi. Konser ini adalah inisiasi dari dua pesantren di Batam yakni Alpancory NW di Mangsang dan Pondok Pesantren Nurut Taubah di Kabil. Selain itu konser ini menjalin kerja sama antara Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

“Di sini pihak UPSI Tanjong Malim Malaysia menawarkan kami untuk menyumbangkan sebuah amal berupa konser amal oleh Fakulti Musim dan Persembahan UPSI. Maka terselenggara lah konser ini,” kata Umar.

Pada konser ini, Ketua LAM Kota Batam Nyat Kadir membuka acara dengan menyumbangkan lagu Fatwa Pujangga. Mantan Wali Kota Batam itu tampil begitu apik membuat riuh suasana.

Menurut Umar, pagelaran konser ini sejalan dengan visi Kota Batam sebagai kota wisata. Dengan adanya konser ini diharapkan juga memberikan nuansa baru atraksi pariwisata di Kota Batam. Imbasnya tentu meningkatkan ekonomi melalui pariwisata.

Ia juga berharap lewat konser amal ini dapat melestarikan adat istiadat serta kesenian bunda tanah Melayu. Pihaknya juga berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan sehingga mampu menarik wisatawan baik dari luar maupun dalam negeri berkunjung ke Batam.

“Yang ingin kita tonjolkan adalah kekuatan musik tradisi yang dapat berjalan selaras dengan musik apa pun, termasuk musik jazz. Dengan itu juga kita melestarikan budaya dan memajukan bunda tanah Melayu khususnya kota Batam,” ujar pria asal Madura itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisatan (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata memberikan apresiasi pelaksanaan konser tersebut. Diakuinya, atraksi wisata merupakan salah satu bagian oenting dalam pengembangan pariwisata.

“Kita punya banyak even jazz yang baik seperti Bajavas yang akan digelar bulan November nanti. Kemudian ada juga Batam Jazz Society. Bahkan dulu kita ada namanya Asean Jazz Festival dan akan kita coba hidupkan kembali lewat Musik Jazz Melayu,” kata mantan Humas Pemkot Batam itu.

Ardi mengakui, memberikan ruang untuk konser tersebut termasuk dalam dukungan terhadap sektor pariwisata di Kota Batam. Karena tidak dipungkiri, musik Jazz sendiri memiliki market yang sangat besar di Batam. Apalagi, Pemko tengah giat-giatnya membangun infrasturuktur untuk meingkatkan kunjungan pariwisata.

“Kita banyak even yang bagus, seperti hari musik dilaksanakan di Kota Batam dan ini yang akan kita kembangkan ke depan,” jelas Ardi.

Konser ini pun disambut baik Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa. Apalagi saat ini Kemenpar sedang giat-giatnya memaksimalkan pariwisata di Batam yang merupakan daerah perbatasan. Letak Batam yang strategis menjadi pintu gerbang dalam menjaring wisatawan baik itu dari Singapura dan Malaysia.

“Dengan peran serta semua pihak dalam menggelar atraksi yang berkelas tentu makin membuka pintu bagi wisman masuk. Imbasnya bukan saja terdongkraknya angka kunjungan wisata, tetapi juga kemajuan sektor ekonomi Batam dari kapariwisataan,” ujar Rizki yang diamini oleh Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati.

Bagi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, peran serta berbagai pihak adalah sebuah kekuatan lebih dari pariwisata Batam. Semua begitu bersemangat membangun iklim pariwisata yang baik di Batam. Dengan itu pariwisata Batam dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

“Sebuah kolaborasi yang sangat baik antara seluruh stakeholder pariwisata Batam. Semua bersemangat memberikan atraksi terbaik untuk mengangkat pariwisata Batam. Ini harus dicontoh oleh daerah-daerah lainnya,” katanya

Menpar juga menambahkan, konser ini pun semakin mengukuhkan Batam sebagai daerah yang selaku jeli membaca peluang. Ini terlihat dari konsep unik konser tersebut yang menggabungkan antara musik jazz dan budaya Melayu.

“Membuat atraksi berkelas tanpa melupakan akar budayanya. Ini baru keren. Karena memang budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Laku di jual kepada wisatawan. Saya harap ini bisa menjadi atraksi yang setiap tahun digelar sehingga dapat menjadi atraksi wisata yang menjanjikan,” pungkas pria yang murah senyum itu.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *