Kualitas SDM Desa Wisata di Danau Toba Terus Dipoles Kemenparekraf/Baparekraf

27 0

TOBA – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Destinasi Super Prioritas Danau Toba terus dinaikan Kemenparekraf/Baparekraf. Mengoptimalkan destinasi di masa transisi New Normal, Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Wisata Danau Toba digelar Jumat (28/8). Lokasinya ada di Hotel GM Marsaringar, Lumban Dolok Haume Bange, Balige, Toba, Sumatera Utara.

Inspirasi ditebar Kemenparekraf/Baparekraf melalui kanal Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Wisata Danau Toba. Berada di bawah Direktorat Pengembangan Destinasi Regional I, rapat koordinasi tersebut melibatkan stakeholder pariwisata dari kawasan Danau Toba bagian Selatan, seperti Toba, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Jumlah pesertanya ada 80 orang dengan background Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pokdarwis, Kepala Desa, BUMDes, hingga stakeholder pariwisata/ekonomi kreatif. Hadir juga Badan Pelaksana Otorita Danau Toba ( BPODT). Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hari Santosa Sungkari mengungkapkan, rapat koordinasi memiliki fungsi strategis.

“Desa wisata di kawasan Danau Toba memiliki potensi besar. Untuk itu, posisinya terus diperkuat dan dikembangkan. Ada banyak support yang diberikan, termasuk peningkatan kapasitas dan kualitas SDM di Danau Toba. Jadi, rapat koordinasi ini menjadi media tranaformasi informasi dan pengetahuan baru bagi para peserta,” ungkap Hari.

Penguatan masif terkait potensi SDM memang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf di zonasi Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Selain Toba, Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Wisata Danau Toba juga digelar di Simalungun pada Kamis (27/8). Materi pertemuannya pun relatif sama. Hari menambahkan, desa wisata di Danau Toba semakin solid menyambut wisatawan New Normal.

“Kami terus melakukan upgrade kualitas destinasi secara menyeluruh. Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan desa wisata di kawasan Danau Toba bisa terus berkembang. Secara umum, progress mereka sangat positif. Desa wisata juga mengambil peranan dan aktif memanfaatkan momentum masa transisi New Normal,” lanjut Hari.

Menguatkan potensi desa wisata, rapat koordinasi membagikan inspirasi melalui beberapa narasumber kompeten. Ada Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf dengan paparan ‘Dukungan Program dan Kegiatan Pengembangan Desa Wisata Direktorat pengembangan SDM Pariwisata di Kab. Toba, Taput, dan Humbahas’. Point utamanya, dukungan, kegiatan, kesiapan, hingga sinergi desa wisata.

Ada juga Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)-KemenKominfo. Paparannya, ‘Dukungan Program dan Kegiatan Pengembangan Desa Wisata (BAKTI)-KemenKominfo di Kab. Toba- Taput dan Humbahas’. Inspirasi juga berikan Direktur Pengembangan Sarana dan Prasarana Desa, Ditjen PPMD Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Bergabung juga Tim Penyusun Profil Desa Wisata. Paparan yang akan disampaikannya berupa, ‘Penyusunan Profil Desa Wisata dan Rencana Aksi Pengembangan Desa Wisata Destinasi Super Prioritas Toba’. Sebagai pembanding dihadirkan Pengelola Desa Wisata dan Kelompok Sadar Wisata Desa Gubug Klakah, Malang. Pokok bahasannya, ‘Pengelolaan Desa Wisata dan Kelompok Sadar Wisata Desa Gubug Klakah, Malang’.

“Kesamaan visi-misi harus dimiliki seluruh stakeholder pariwisata terkait desa wisata. Satu sisi, perlu juga dilakukan penguatan SDM-nya. Melalui rapat koordinasi, beragam masalah terkait akselerasi desa wisata akan diurai. Potensinya tentu didorong agar optimal,” tutup Direktur Pengembangan Destinasi Regional Oni Yulfian.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *