KUR Pertanian untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

26 0

JAKARTA – Salah satu tujuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro kecil dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Keunggulan program KUR dibanding dengan kredit lainnya yaitu suku bunga yang rendah dan syarat agunan tambahan yang mudah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas petani. Salah satunya melalui penyaluran KUR untuk sektor pertanian dengan bunga sebesar 6 persen.

“Tahun sebelumnya bunga KUR 7-8 persen, tapi sekarang menjadi 6 persen maka tidak akan memberatkan petani. Turunnya suku bunga KUR ini tentu menjadi angin segar bagi petani,” ujar Mentan SYL, Jumat (26/2).

Mentan SYL juga menegaskan, petani mendapatkan keringanan untuk membayarnya. Yakni dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan atau panen.

“Ini tentu memudahkan para petani, misalnya petani mengajukan KUR Rp 50 juta (tanpa agunan) untuk modal usaha taninya yang berupa tanaman padi atau jagung. Lalu tanaman tersebut baru menghasilkan setelah kurang lebih tiga bulan. Jadi ketika sudah 3 bulan, mereka (petani) dapat melunasinya, bunganya hanya 0,2 persen atau sekitar Rp 8000 saja,” jelasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy menambahkan, KUR pertanian dialokasikan untuk tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. Target KUR 2021 total ada Rp 70 triliun. Cakupan area yang akan dialokasikan untuk pendanaan KUR meliputi seluruh petani dan pelaku agribisnis lainnya yang berada di 32 Provinsi seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di bawah naungan regulasi yang sah sesuai dengan landasan hukum dan peraturan pemerintah.

“Pertanian adalah bisnis, salah satu parameter menjalankan bisnis adalah dengan modal dan pemerintah menyediakan modal melalui KUR dengan bunga rendah,” kata Sarwo Edhy.

Sementara Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megawati menjelaskan, ada beberapa jenis KUR yaitu KUR super mikro tanpa agunan tambahan, KUR mikro dan TKI tidak diwajibkan, KUR kecil sesuai penilaian penyalur KUR.

“KUR Supermikro senilai 10 juta tanpa anggunan tanpa bunga, ayo cepat diambil,” ujar Indah.

Pemanfaatan KUR dapat pula digunakan untuk alat mesin pertanian (Alsintan). Optimalisasi penggunaan alsintan secara nasional dapat menghasilkan efisiensi pertanian. Dampak dari penggunaan alsintan ini mampu menurunkan biaya produksi sekitar 30% dan meningkatkan produktivitas lahan sebesar 33,83%.

Kemajuan industri pertanian Indonesia dapat menurunkan penduduk miskin di pedesaan. Peran penyuluh sangat diharapkan untuk mendampingi petani dilapangan dengan mensosialisasikan program KUR dan mengajak petani untuk memanfaatkan modal yang diberikan melalui KUR.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *