LaNyalla: Bukan Hanya Fisik yang Harus Dijaga Saat Pandemi, Mental Juga

30 0

SURABAYA – Selain kesehatan fisik, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental di masa pandemi.

Sebab kondisi wabah pandemi yang belum juga usai, ditambah kebijakan yang membatasi mobilitas, membuat banyak orang tertekan.

“Aturan seperti PPKM membuat ruang gerak masyarakat terbatas. Mereka harus berkegiatan di rumah dalam jangka waktu cukup lama. Tentu saja kurangnya interaksi sosial tersebut menjadikan kejenuhan, bahkan stres,” jelas LaNyalla di sela masa reses di Jawa Timur, Rabu (11/8/2021).

Belum lagi adanya banyaknya berita duka atau informasi negatif yang menimbulkan ketidaknyamanan.

Menurut LaNyalla dalam situasi saat ini kesehatan jasmani, mental dan sosial harus seimbang. Semua perlu dikelola dengan baik agar mampu melewati situasi pandemi dengan keadaan wajar dan normal.

“Kita optimalkan beberapa kegiatan di dalam rumah seperti berolah raga untuk jaga
kesehatan fisik. Kemudian banyak merenung dan mensyukuri keadaan sekarang sehingga dapat meningkatkan kadar spiritualitas, keimanan dan ketakwaan. Ini akan membuat mental kita tenang dan terkendali,” lengkapnya.

Untuk kesehatan sosial, LaNyalla menganjurkan masyarakat berbagi
informasi yang baik, turut serta membantu sesama mencari donasi baik untuk penyintas yang membutuhkan donor konvalesen, obat-obatan, ataupun oksigen dan kebutuhan makan para tenaga kesehatan di lapangan.

“Intinya kita semua turut serta berkegiatan positif selain menjaga kesehatan fisik dan mental, juga dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan besar yang melanda bangsa ini,” ucap Mantan Ketua Umum PSSI itu.

Dalam mewujudkan masyarakat yang sehat fisik dan mental, LaNyalla mengingatkan perlunya kolaborasi lintas profesi dalam membangun ketenangan batin masyarakat. Karena pemerintah tidak mungkin bekerja tanpa dukungan rakyat.

LaNyalla mengapresiasi gerakan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat seperti Himpunan Psikolog Indonesia yang membuka layanan bagi mereka yang membutuhkan konsultasi.

Atau ada komunitas Menjadi Manusia yang menyediakan media bagi mereka yang ingin menyalurkan kegelisahan dengan cara berbagi bercerita, melalui platform digital.

“Salah satu cara melepaskan beban adalah dengan bercerita. Keberadaan psikolog maupun saluran komunikasi tersebut akan membuat seseorang menjadi nyaman dan kemudian sadar bahwa kita tidak pernah sendiri,” tutur Senator asal Jawa Timur itu.(*)

Related Post

DPD Fokus Dua RUU di 2020

Posted by - 23 Desember 2019 0
JAKARTA – DPD RI bakal fokus terhadap dua Rancangan Undang-Undang (RUU) pada 2020 mendatang. Pertama, regulasi tentang bahasa dan yang…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *