Lewat Revitalisasi Toilet, Kemenparekraf Berkomitmen Bangun Pariwisata

149 0

TABANAN – Melalui kegiatan revitalisasi Destinasi khususnya renovasi toilet di Daya Tarik Wisata (DTW), Kemenparekraf/Baparekraf menunjukkan komitmen untuk mengangkat kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hari Santosa Sungkari sangat serius untuk mewujudkan program tersebut. Hal ini juga yang dilakukan di destinasi tujuan wisata Cau Belayu, Kabupaten Tabanan, Rabu (30/12/2020).

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan.

“Revitalisasi toilet adalah bagian dari komitmen kita untuk mengembalikan sektor parekraf yang terdampak Covid-19. Secara moral pun kita punya komitmen. Bagaimana konsep itu bisa dibangun dengan baik dengan melibatkan pelaku ekraf. Sehingga saat orang datang kesini bisa merasakan toilet yang keren sejuk dan bersih,” katanya.

Kepala Desa Cau Belayu I Putu Eka Jayantara mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang telah gerak cepat memberikan dukungan, berupa revitalisasi toilet dan penyediaan toilet portable yang sangat diperlukan di DTW.

“Bantuan ini sangat kami nanti-nantikan dan buktinya sudah terwujud. Mudah-mudahan dengan dukungan ini masyarakat kami bisa menggeliat lagi, bisa bangkit lagi dalam merintis, meniti dalam kaitannya desa wisata, yang harapan kami bisa membantu untuk mensejahterakan masyarakat  lokal kami di desa,” katanya.

Namun, I Putu Eka Jayantara berharap Kemenparekraf bisa memberikan sarana prasarana fasilitas pendukung lain, khususnya yang belum bisa dialokasikan dari dana desa.

Lanjut Wawan Gunawan, untuk program-program ke depan, pokdarwis, dinas pariwisata, dan pihak desa bisa bersinergi untuk menangkap peluang.

“Tidak hanya berkaitan dengan destinasi pariwisata, karena di Kemenparekraf ada 7 kedeputian, belum lagi di kementerian dan lembaga yang lain. Jadi kita ciptakan program besar, yaitu sinergikan program-program antara daerah dan pemerintah pusat, Di pusat pun antara kementerian dan dan lembaga. Jadi bagaimana mengkomunikasikan meyakinkan kementerian-kementerian lain bisa hadir disini dengan program-program yang berbeda,” tutup Wawan.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *