Foto : Istimewa

Manfaatkan Air, Petani dan Penyuluh Katingan Percepat Tanam

54 0

DESTINASIDIGITAL.COM// JAKARTA – Para petani dan penyuluh di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah memanfaatkan ketersediaan air untuk melakukan percepatan tanam. Kegiatan ini dilakukan sebelum masuknya musim kemarau.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, para petani dan penyuluh harus memaksimalkan air yang tersedia saat musim hujan untuk percepatan tanam.

“Kita sebentar lagi memasuki musim kemarau. Berdasarkan prediksi FAO, musim kemarau tahun ini cukup panjang. Bahkan, berpotensi pada krisis pangan. Oleh karena itu, kita harus mengantisipasinya dengan melakukan percepatan tanam pada musim tahun kedua tahun ini,” tutur Mentan SYL, Senin (15/06/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengimbau kepada penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya untuk selalu mendampingi petani untuk berproduksi.

“Produksi pangan tidak boleh. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Oleh karena itu, penyuluh harus terus mendampingi petani turun ke lapangan. Tapi, Dalam bertugas dan bekerja semuanya harus tetap memperhatikan protokol penanganan Covid-19, antara lain selalu cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak minimal 1,5 m, pakai masker, juga hindari kerumunan orang banyak,” tuturnya.

Kecamatan Katingan Kuala termasuk salah satu lokasi kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) tahun 2020. Kecamatan ini telah melakukan percepatan tanam padi untuk mengejar persediaan air sebelum kemarau.

Kepala BPP Katingan Kuala, Mario, mengatakan pada Musim Tanam II 2020 telah tanam padi seluas 5.284 hektar yang diperkirakan panen pada bulan Juli – Agustus 2020. Sebagai upaya meningkatkan produksi, padi yang ditanam menggunakan varietas anjuran yang bersertifikat, yaitu Inpari 42, Invari 32, dan Hibrida.

Selain percepatan tanam padi tersebut, Camat Katingan Kuala selaku Ketua Kostratani mendukung Program Padi Bebas Residu seluas 1.500 hektar di 4 (empat) desa yaitu Desa Jaya Makmur, Makmur Utama, Subur Indah dan Bumi subur. Program ini mengarahkan produk padinya bebas residu yang difasilitasi paketan berupa benih padi, pupuk organik powder , dan bio pestisida.

Sampai saat ini, penyuluh pertanian tetap didampingi petani untuk memelihara padi yang telah ditanam agar berproduksi maksimal. Pemeliharaan meliputi pengairan, pemupukan, pengamatan hama dan penyakit. (SA/NF)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *