Manfaatkan Alsintan, Produksi Petani Sumsel Tidak Berhenti

54 0

SUMSEL – Produktivitas petani di Sumatera Selatan tidak pernah berhenti meski sedang dalam pandemi Covid-19. Dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan), para petani terus melakukan panen dan tanam.

Produktivitas para petani di Sumatera Selatan ini diapresiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Apalagi, saat Indonesia sedang memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, kita harus terus tanam. Usai panen, langsung tanam. Jangan biarkan sejengkal tanah yang menganggur, semua harus tanam. Dan perkuat juga diversifikasi pangan lokal. Itulah cara untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutur Mentan SYL, Selasa (02/06/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, mengatakan, penggunaan alsintan oleh para petani di Sumatera Selatan adalah keputusan tepat untuk menggenjot produksi pangan.

“Alsintan itu membantu petani dalam mengolah lahan, proses tanam, bahkan sampai panen. Seluruh proses itu akan lebih mudah jika memanfaatkan alsintan, dan bisa berdampak pada meningkatnya produktivitas,” terangnya.

Aktivitas petani di Provinsi Sumatera Selatan memang luar biasa. Di tengah wabah pandemi Covid-19 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Hari Raya, aktivitas petani tidak berkurang sama sekali. Peran petani ini juga yang membuat Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi penyumbang pangan terbesar di Indonesia.

Salah satu kabupaten di Sumatera Selatan yang aktif menggeliat melaksanakan panen raya adalah Musi Rawas. Hampir setiap daerah yang ada di wilayah ini melakukan aktivitas panen. Desa-desa yang ada di sana, berlomba – lomba melaporkan hasil panenannya.

Salah satunya, di Desa Purwakarya, Kecamatan Purwodadi. Menurut Kepala BPP dan Penyuluh di Desa Purwakarya, Momo Katma dan Yunita, salah satu kegiatan panen dilakukan oleh Kelompok Tani Sadar Karya.

“Petani di desa ini menanam padi varietas IR 48 seluas 25 Ha. Petak padi di lahan ini melaksanakan panen raya dengan produktivitas yang sangat tinggi rata – rata mencapai 12,4 ton/Ha,” tutur Momo.(**)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *