Member READSI Buruan Registrasi Karena Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Ditunda

22 0

JAKARTA – Program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh resmi ditunda. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi PPKM Level 4 dan 3 di seluruh wilayah Indonesia. Penundaan tersebut menjadi berkah bagi member Rural Empowerement Agriculture Development Scalling Up Innitiative (READSI) Kementan. Mereka memiliki kesempatan registrasi sebagai peserta pelatihan.

“Kami memberikan dukungan atas beragam program penanganan Covid-19 secara tuntas. Sebab, masalah pandemi Covid-19 harus selesai secepatnya agar kehidupan kembali normal. Dengan penundaan pelatihan ini tentu menjadi peluang bagi mereka yang belum mendaftar agar bisa bergabung,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Progam Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh rencananya digelar 28 Juli hingga 1 Agustus 2021. Formatnya digelar online dan offline. Namun, rencana tersebut direvisi. Sebab, Pemerintah resmi memperpanjang implementasi PPKM Level 4 untuk Jawa-Bali hingga 2 Agustus 2021. Kini Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh akan digelar 6-10 Agustus 2021.

“Kami berharap masalah Covid-19 bisa selesai secepatnya. Untuk itu, kami mendorong stakeholder pertanian di daerah untuk mensukseskan program PPKM. Protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. Semoga semuanya tetap sehat sehingga terus produktif. Menghasilkan produktivitas dan kualitas pertanian tinggi untuk tercapainya ketahanan pangan,” tegas SYL lagi.

Meski tata waktu Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh ditunda, tapi tidak menurunkan kualitasnya. Openingnya dilaksanakan Jumat (6/8), dengan materi ‘Kebijakan Pemupukan Nasional’ yang dibawakan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Secara umum, durasi pelatihannya 10 jam per sesi.

Terbagi dalam 12 gelombang, terdapat 3 kelompok pelatihan yang bisa diikuti peserta. Salah satunya Kelompok Dasar dengan materi Kebijakan Pemupukan Nasional. Peserta juga akan mendapatkan 7 jam pelatihan dalam formasi Kelompok Inti. Ada 5 materi yang akan disampaikan, seperti Pengelolaan Kesuburan Tanah, Pemupukan Berimbang, Pupuk Kompos, dan Pupuk Hayati.

Ada juga materi khusus Pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Narasumber diantaranya dari Widyaiswara. Sedangkan untuk Kelompok Penunjang akan ada materi Motivasi. Materi pelatihan bisa didownload melalui https://bit.ly/3hfDB0k. Nantinya peserta juga akan mendapatkan free sertifikat dari Menteri Pertanian melalui aplikasi setelah rangkaian pelatihan berakhir.

“Penanganan pandemi Covid-19 harus utamakan. Dengan begitu, kesahatan dan ekonomi bisa cepat dipulihkan bersama. Dengan penundaan ini, artinya membuka kesempatan registrasi peserta lebih besar. Silahkan saja registrasi,” jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Mendukung upaya peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian, READSi saat ini hadir pada 6 provinsi. Komposisi ada Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Dan komposisi zonasi tersebut, sedikitnya ada 46.850 orang yang siap bergabung di Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Update hingga 19 Juli 2021.

Menguatian SDM pertanian secara massal, jumlah peserta besar siapkan Sulawesi Tenggara. Jumlahnya sementara tercatat 26.692 orang. Komposisinya ada 1.126 penyuluh, 25.183 petani, dan 383 orang pendaftar lainnya. Untuk Sulawesi Selatan sementara mencatatkan 12.707 orang peserta. Mereka terdiri dari 1.729 penyuluh, 10.456 petani, dan 522 pendaftar lainnya.

“Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh sangat bagus untuk zonasi READSI. Dengan upgrade kompetensi, produktivitas dan kualitas pertanian pasti akan naik. Akan ada banyak inovasi dan hal baru yang akan diterapkan juga diimplementasikan untuk semakin memajukan pertanian,” tutup Dedi.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *