Menpar Pimpin Rapat Percepatan Pengembangan Likupang

96 0

Manado – Pemerintah terus memantau pembangunan destinasi super prioritas. Salah satunya, Likupang. Senin (7/10), rapat progres percepatan Likupang dilakukan. Rapat dipimpin Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Hotel Grand Peninsula, Manado, Sulawesi Utara. Dalam rapat, Menpar didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi, Dadang Rizky Ratman.

Hadir dalam rapat Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Daniel Mewengkang, Kepala Balai Jalan Nasional XV Manado Triono Junoasmono, dan Direksi PT. MPRD Paquita Wijaya.

Menpar Arief Yahya mengingatkan pentingnya peran kepala daerah dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.

“Pariwisata adalah sektor yang mudah dan murah untuk meningkatkan PAD. Tapi, untuk mewujudkannya dibutuhkan CEO Commitment. Komitmen kepala daerah. Bisa bupati/walikota, gubernur,” papar Mantan Dirut PT Telkom itu.

Lewat peran CEO Commitment, beberapa daerah di Indonesia terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

“Saya sering sampaikan jika pariwisata bisa menjadi penyumbang devisa. Ternyata pariwisata juga bisa menjadi penyumbang terbesar buat PAD. Banyak daerah yang sudah membuktikannya. Contohnya Banyuwangi, daerah sekitar Danau Toba, Labuan Bajo, dan lainnya,” tuturnya.

Menpar juga menyampaikan kembali komitmen anggaran lintas Kementerian dan Lembaga dari pemerintah pusat. Anggaran itu masuk di APBN tahun 2020.

“Untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp 773,71 Miliar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pengembangan destinasi super prioritas,” tegasnya.

Untuk meraih target yang ditetapkan, Menpar Arief Yahya mengatakan Likupang harus menetapkan quick wins.

“Likupang harus meraih Quick Wins bidang Destinasi, di antaranya adalah Pengembangan Atraksi Wallace Conservation, Pengembangan Aksesibilitas Pelebaran Jalan Akses Pariwisata Likupang dan Pelebaran Jalan Girian (Bitung) – Likupang,” tuturnya.

Selain itu harus dilakukan pengembangan Amenitas. Berupa Pemetaan Potensi Homestay di Desa Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga.

“Saya mengingatkan, dalam pengembangan Destinasi, yang perlu dibangun adalah masyarakatnya terlebih dahulu. Karena mereka adalah penerima manfaat utama dari pengembangan sebuah destinasi pariwisata,” paparnya.

Sementara Kepala Balai Jalan Nasional XV Manado menyebutkan mengenai program pengembangan jalan raya. Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas aksesibilitas menuju Likupang.

Rapat ditutup dengan pemberian kejutan bagi Bupati Minahasa Utara yang berulang tahun pada 6 Oktober 2019, sehari sebelum rapat dilaksanakan.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *