Naik VW Safari, Peserta Famtrip Timor Leste Diajak Berkeliling Bali

158 0

BALI – Familiarization Trip Media dan Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) Timor Leste ke Labuan Bajo-Bali, resmi berakhir, Jumat (2/8). Pengalaman tidak terlupakan dirasakan para peserta. Khususnya saat mengunjungi Bali, Kamis (1/8).

Para peserta tiba di Pulau Dewata Kamis pagi, sekitar pukul 09.30 WITA. Keramahan khas Bali langsung mereka rasakan. Terlebih, saat mengetahui jika perjalanan di Pulau Dewata dilakukan secara konvoi. Menggunakan mobil klasik, VW Safari.

Sebanyak 6 unit VW Safari menyambut kehadiran 15 peserta famtrip asal Timor Leste. Tidak menunggu lama, rombongan langsung dibawa ke Air Terjun Tegenungan. Selain menikmati keindahan air terjun, mereka juga menyempatkan diri berburu souvenir.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Bali adalah destinasi kelas dunia. Siapa pun yang datang, akan dibuat jatuh hati. Termasuk para peserta famtrip.

“Bali adalah pilihan utama wisatawan mancanegara untuk berlibur. Karena, Bali memiliki reputasi yang sudah mendunia. Kerap dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia. Di sana ada keindahan dibalut budaya. Keramahan masyarakatnya juga sudah dikenal luas,” papar Rizki.

Dengan jarak yang relatif tidak terlalu jauh dari Timor Leste, Rizki yakin strategi yang diterapkan bisa meyakinkan para TA/TO untuk menjual paket perjalanan ke Labuan Bajo dan Bali.

“Buat sebagian peserta, Bali bukanlah hal baru. Ada yang sudah pernah menginjakkan kaki kesana. Tapi dengan kemasan yang kita berikan, seluruh peserta famtrip tetap jatuh hati ke Bali. Destinasi ini sangat sulit ditolak,” katanya.

Peserta famtrip juga diajak menikmati kawasan Ubud beserta kulinernya. Dan spot kuliner yang dipilih adalah Bebek Mebaris. Puas menikmati sajian bebek goreng yang gurih, perjalanan pun dilanjutkan. Destinasi selanjutnya adalah Ubud Monkey Forest.

Sejak awal, para peserta sangat antusias ke tempat ini. Mereka menyaksikan langsung bagaimana para kera beraktivitas di hadapan mereka. Para kera seolah tidak terganggu meski banyak wisatawan yang lalu lalang.

Peserta tidak kalah antusias saat mengunjungi Tirta Empul. Destinasi ini dikenal dengan air sucinya. Sejumlah peserta famtrip bahkan mengikuti prosesi membersihkan diri. Kegiatan yang tidak mereka jumpai di negara asalnya.

Buat Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, budaya yang dimiliki Bali memang luar biasa.

“Bali selalu mampu mengemas budaya dengan sangat luar biasa. Ada nilai jual. Dan selalu menghadirkan sesuatu yang baru. Mengunjungi Bali adalah pengalaman yang susah dilupakan. Itu juga yang dirasakan peserta famtrip asal Timor Leste. Saya berharap impact kegiatan ini juga bagus untuk Indonesia,” harapnya.

Sebagai rangkaian penutup, peserta famtrip diajak merasakan romantisnya suasana makan malam di kawasan Jimbaran. Sepanjang famtrip, para peserta ini didampingi Kasubbid Area II B di Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Herbin Saragih. Di akhir perjalanan, Herbin tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para peserta.

“Terima kasih kawan-kawan TA/TO dan media Timor Leste. Semoga perjalanan yang kita lakukan selama beberapa hari ini memberikan inspirasi buat kalian. Inspirasi untuk membuat paket perjalanan ke Indonesia. Khususnya Labuan Bajo dan Bali. Jangan ragu bertanya dan berkomunikasi,” tutur Herbin ke peserta.

Setelah acara berakhir, seluruh peserta memilih berburu oleh-oleh. Dan yang menjadi bidikan mereka adalah Toko Oleh-oleh Krisna. Mitra Co-Branding Wonderful Indonesia ini dipilih karena sangat lengkap. Ada pakaian, kerajinan tangan, makanan, dan masih banyak lagi.

Buat Menteri Pariwisata Arief Yahya, famtrip kali ini berdampak sangat positif. Karena, para peserta famtrip berkali-kali singgah di toko souvenir saat mengunjungi destinasi.

“Ada spanding yang mereka lakukan. Di setiap destinasi, mereka selalu berburu souvenir. Bentuknya beragam. Ini yang saya sebut event memiliki economic value. Masyarakat menikmatinya. Karena tidak semua cenderamata didapat di souvenir shop. Sekarang kita menunggu impact positif dari event ini. Berupa peningkatan kunjungan wisatawan Timor Leste lewat paket wisata yang mereka tawarkan. Dan saya yakin impact itu akan segera kita rasakan. Karena para TA/TO sangat puas dengan trip kali ini,” katanya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *