Naikan Branding DTW Pampang, Kemenparekraf/Baparekraf Gelar Bimtek Fotografi

54 0

GUNUNGKIDUL – Gema branding Daya Tarik Wisata (DTW) Gunungkidul semakin menguat. Sebab, Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi pada Selasa (18/8). Program tersebut digulirkan bersamaan dengan launching gerakan BISA (bersih, indah, sehat, dan aman). Lokasi eventnya berada di Kantor Kepala Desa Pampang, Paliyan, Gunungkidul.

Penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf melalui Bimtek. Agenda tersebut diikuti oleh 100 peserta. Mereka ini merupakan pelaku industri ekonomi kreatif hingga masyarakat umum. Dikemas menarik, peserta sangat antusias menyimak materi berupa pengetahuan dasar fotografi dengan memakai smartphone.

“Branding DTW menjadi sebuah elemen penting. Untuk itu, kontennya harus dibuat menarik. Bimtek ini tentu jadi momentum terbaik untuk sharing pengalaman. Saya gembira melihat potensi peserta Bimtek yang luar biasa. Hasil karyanya bagus. Mereka sangat berpotensi,” ungkap Fotografer Profesional Bersertifikat Denny Herliyanso yang menjadi Narasumber Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi, Selasa (18/8).

Untuk menghasilkan karya foto menarik, Denny pun memberikan tipsnya. Peserta diajak fokus terhadap obyek. Mereka juga dituntut tampil beda baik teknik, sudut foto, dan momentumnya. Ada juga pemahaman foto bercerita. Hal ini menyangkut pesan yang disampaikannya. Lebih lanjut, para peserta juga diajak memahami beragam peralatan yang digunakannya.

“Proses pembelajaran yang ideal adalah pelatihan seperti ini. Sebab, lebih riil. Di situ juga ada interaksi dan proses pendampingan. Jadi peserta tahu persis kasus per kasus yang dihadapinya saat melakukan eksekusi foto di lapangan,” tutur Denny.

Denny menambahkan, peserta harus mengenali obyek. Tujuannya untuk memunculkan image dan nilai mutu. Berikutnya, ada komposisi obyek yang membuat orang tertarik atau tidak. “Tahapan pembelajaran dibutuhkan oleh peserta. Yang jelas, setelah Bimtek ini, kemampuan fotografi mereka meningkat. Pasti akan banyak karya bagus yang dihasilkannya kelak dan itu sangat membantu pengembangan DTW ini,” lanjut Denny lagi.

Usai sesi penyampaian materi, peserta Bimtek langsung diajak mengeksplorasi skill di luar kelas. Mereka membidikkan kamera smartphone terhadap banyak obyek di DTW Bendowo. Apalagi, peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok juga menjalankan program BISA dengan melakukan aksi bersih-bersih di sana. Setiap kelompok wajib menentukan seorang fotografer yang akan merekam berbagai aksi melalui angle kamera terbaik. Semakin menarik, foto-foto yang dihasilkan diadu dalam format lomba.

“Branding pariwisata akan nyaring. Bimtek menjadi transformasi pengetahuan yang menarik. Selain teori, mereka langsung diajak praktek dengan menggunakan kegiatan bersih-bersih. Narasumber juga ikut di dalamnya sembari memberikan banyak tips terkait teknis fotografi. Sejauh ini respon peserta bagus,” kata Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.

Usai mengeksplorasi pengetahuan baru fotografer, peserta menikmati berbagai game. Keseruan pun diawali dari joged dua orang peserta. Berikutnya, mereka mengadu ketrampilan melalui lomba makan kerupuk. Lomba ini menjadi bentuk luapan kegembiraan mereka dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-75. Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang lomba pun mendapatkan hadiah khusus.

“Antusiasme yang diperlihatkan peserta Bimtek harus diapresiasi. Mereka mencerminkan optimisme dan dinamisasi pariwisata di sana. Sekarang branding pariwisata dari DTW Pampang dan Gunungkidul akan semakin menarik. Bagaimanapun, kontennya berkualitas sesuai tips-tips yang diberikan melalui Bimtek,” tutup Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *