Outcome Masyarakat Sukabumi Dikatrol Melalui BISA dan Bimtek Fotografi

41 0

PELABUHAN RATU – Outcome masyarakat Sukabumi sepanjang masa Adaptasi Kebiasaan Baru terus dikatrol. Pendorongnya adalah gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi, Jumat (28/8). Lokasinya berada di Geopark Ciletuh Pantai Palangpang, Ciwaru, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat.

Gerakan BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi menjadi program padat karya. Agenda ini diikuti oleh 100 orang peserta. Mereka adalah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak Covid-19 yang berada di Sukabumi. Koordinator Subdit Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Toar RE Mangaribi mengungkapkan, ekosistem ekonomi kreatif diperkuat melalui Bimtek.

“Komunitas ekonomi kreatif ada banyak. Untuk itu, keberadaan mereka difasilitasi melalui Bimtek. Dan, treatment ini juga sekaligus memfasilitasi komunitas ekonomi kreatif agar lebih produktif menghasilkan karya luar biasa,” ungkap Toar, Jumat (28/8).

Lebih lanjut, Toar menambahkan, Bimtek dan program BISA memberikan pembelajaran positif. Menjadi penguat beragam produk yang dimiliki pariwisata dan ekonomi kreatif. “Ada banyak pembelajaran dari Bimtek dan BISA. Elemen ini penting, khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif. Bagaimanapun, semua akan dipasarkan melalui model digital. Jadi implementasi 17 subsektor ekonomi kreatif,” lanjutnya.

Memanfaatkan momentum Adaptasi Kebiasaan Baru, gerakan BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi menjadi blended system. Bimtek mengajarkan pada para peserta bagaimana mengotipmalkan peralatan sederhana agar menghasilkan konten berkualitas. Alat yang digunakan kamera smartphone. Narasumbernya fotografer profesional dan bersertifikat Denny Herliyanso.

“Bimtek jadi bagian pemberdayaan masyarakat dibidang teknologi, khususnya smartphone. Kini para peserta memiliki pengetahuan baru bagaimana memanfaatkan smartphone. Mereka bisa mengambil foto dengan angle dan komposisi terbaik. Artinya, bisa mendorong produktivitas terutama untuk branding beragam produk dan pariwisata,” kata Toar lagi.

Menguatkan inspirasi blended system, gerakan BISA menjadi implementasi protokol kesehatan di dalam destinasi. Gerakan tersebut mengajak masyarakat Sukabumi khususnya Desa Ciwaru untuk menjaga kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan. Apalagi, Kemenparekraf/Baparekraf memberikan bantuan berupa Wastafel Anti Covid-19 beserta peralatan kebersihan lainnya.

“Bimtek dan BISA menjadi paket program strategis. Melalui program ini, masyarakat bisa meningkatkan outcome. Mereka bisa membranding beragam produk dengan memakai teknologi yang ada di sekitarnya. Lebih penting, mereka juga menjalankan protokol kesehatan secara menyeluruh,” terang Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.

Menjadi gerakan bersama, gerakan BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi melibatkan banyak stakeholder. Selain pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, hadir juga Kadispar Sukabumi yang diwakili Kabid Destinasi. Ada juga Kepala Desa Cuwaru. Ricky menambahkan, gerakan BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi menyatukan berbagai kepentingan menjadi satu visi.

“Setelah digulirkannya gerakan BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi, sekarang ini seluruh stakeholder pariwisata juga ekonomi kreatif memiliki satu visi. Terus bersikap kreatif dan produktif, tapi tetap menggunakan protokol kesehatan sebagai acuan,” tutup Ricky.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *