Pasokan Air Lancar Berkat RJIT, Produktivitas Pertanian Kulon Progo Melonjak Drastis

61 0

KULON PROGO – Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk Kelompok Tani Suka Makmur di Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berkat program RJIT, pasokan air untuk pertanian dalam kondisi lancar yang berimbas pada meningkatnya produktivitas pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, dalam pertanian, air memiliki peran yang cukup vital dalam tumbuh kembang budidaya pertanian petani. Tanpa pasokan air yang baik, mustahil budidaya pertanian dapat berkembang dengan baik.

“Air adalah jantung dari pertanian. Oleh karenanya, air harus diperhatikan dengan baik jika ingin budidaya pertanian juga berkembang dengan baik,” tutur Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, program RJIT merupakan upaya dari Kementan untuk terus menjaga tingkat produktivitas pertanian. Dengan air yang baik, maka diharapkan produktivitas dapat terjaga, bahkan terus meningkat. “Salah satu kunci sukses ketahanan pangan adalah produktivitas. Untuk menggenjot produktivitas pertanian, prasarana dan sarana pertanian harus terjamin dengan baik,” ujar Ali.

Karena itu, Ali menilai program RJIT ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor. “RJIT ini adalah program water management. Tentu harus dipikirkan dengan baik kelancaran distribusi air agar petani dapat dengan baik pula mengembangkan budidaya pertaniannya,” ujar Ali.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto menjelaskan, program RJIT untuk Kelompok Tani Suka Makmur direalisasikan karena kondisi awal lahan sawah padi mereka seluas 50 hektare dengan kondisi aliran air irigasi kurang maksimal karena saluran tanah sering runtuh dan bocor.

“Output dari pekerjaan RJIT adalah lining permukaan keras sepanjang 160 meter untuk melayani kelancaran debit air lahan sawah seluas 50 hektare,” tutur dia.

Dikatakan Rahmanto, kelancaran suplai air irigasi diharapkan dapat mempertahankan budidaya pada musim tanam kedua dan ketiga serta diharapkan dapat menambah musim tanam palawija atau sayuran pada musim tanam keempat.

“Peningkatan suplai air irigasi serta penambahan masa tanam diharapkan dapat meningkatkan penghasilan petani penerima manfaat,” harap Rahmanto.(YR)

Related Post

Embung Kementan Bantu Pertanian di Soppeng

Posted by - 28 Desember 2020 0
SOPPENG – Melalui pembangunan embung, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), melakukan pembanguan embung di Desa Manorang…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.