Pelaku Parekraf Desa Tanjung Burung Diajak Sambut Normal Baru Lewat Gerakan BISA

27 0

TANGERANG – Kemenparekraf/Baparekraf mengajak para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk menyambut normal baru dengan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA), Selasa (04/08/2020).

Menurut Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar, Gerakan BISA adalah implementasikan arahan Presiden Joko Widodo.

“Arahan tersebut adalah untuk melaksanakan gerakan perlindungan sosial bagi pelaku dan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Tepatnya melalui gerakan padat karya dan memberikan stimulus bagi para pelaku usaha di sektor parekraf,” terangnya.

Ditambahkannya, Gerakan BISA yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha parekraf dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di lingkungan destinasi wisata.

“Kita ingin masyarakat dan pelaku parekraf benar-benar siap untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19, khususnya di Desa Tanjung Burung Kabupaten Tangerang,” terang Kurleni.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf sampai saat ini telah melaksanakan Gerakan BISA di beberapa wilayah Indonesia. Seperti Kabupaten Langkat, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Pulau Untung Jawa dan Pusat Kuliner Muara Angke, Ciwidey, Ranca Bali, Lembang, Tahura Bandung, Tegal, Pekalongan, Wonosobo, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pandeglang.

“Di masa-masa berat kita seperti ini, Kita membutuhkan ketahanan dan kesabaran dalam menghadapi pandemi. Kita harus meyakini bahwa hidup harus tetap berjalan. Kita harus optimis akan ada kehidupan yang lebih indah kedepannya. Kami dari Kemenparekraf dengan keterbatasan anggaran yang ada, mengadakan program seperti padat karya. Dengan program ini diharapkan kita dapat menghadapi dengan optimis masa pandemi ini,” tegasnya.

Ditambahkannya, subsektor pariwisata sangat terdampak pandemi, bisa dilihat banyaknya hotel dan destinasi pariwisata yang tutup. Kemenparekraf dan DPR mengharapkan agar pandemi ini tidak menjadi masalah yang besar dan semoga pandemi ini segera berakhir agar sektor pariwisata dapat pulih seperti sediakala.

Hadir dalam Gerakan BISA di Desa Tanjung Burung mitra kerja Kementerian Parekraf/Badan Parekraf di Komisi X DPR RI Martina. Beliau menyampaikan bahwa sejak awal tahun Indonesia terkena pandemi.

“Kita merasa kejenuhan pada masa pandemi ini. Kejenuhan tersebut dapat dihadapi dengan pariwisata, melalui Gerakan BISA. Dengan destinasi yg bersih, indah, sehat, dan aman maka akan banyak wisatawan yang datang. Semoga program ini dapat terus berlanjut agar kita dapat melewati pandemi ini dengan sehat,” ujarnya.

Setelah pembukaan dan penyerahan alat kebersihan secara simbolis, aktivitas Gerakan BISA dilanjutkan dengan bersih-bersih di sekitar Desa Tanjung Burung. Kemenparekraf juga memberikan bantuan alat pengukur suhu, tempat sampah, dan peralatan kebersihan.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *