Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Didukung READSI

27 0

JAKARTA – Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) Kementan jadi lokomotif ideal penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian. Sebab, READSI Kementan mendorong program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, 28 Juli hingga 1 Agustus 2021. Apalagi, saat ini proses pendaftaran secara online masih terbuka.

“Peningkatan SDM pertanian berkualitas termasuk prioritas utama Kementan. Sebab, target produktivitas tinggi harus diberikan. Tujuannya mendukung program ketahanan pangan nasional. Untuk itu, pelatihan penyuluh dan petani harus diberikan karena pertanian sangat dinamis,” tegas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Mendapatkan momentum positif, peningkatan kompetensi dilakukan READSi kepada stakeholder pertanian. Apalagi, READSI beroperasi pada 6 provinsi dari 18 kabupaten. Ada sekitar 342 desa yang dilibatkan. Artinya, akan ada minimal 342 orang perwakilan desa zonasi READSI pada Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Komposisinya lengkap, ada Fasilitator Desa dan para tenaga ahli madya.

“Pelatihan massal sangat perlu dilakukan. Penambahan kualitas SDM secara serentak dan merata tentu sangat bagus. Ada optimalisasi produksi yang luar biasa. Target ketahanan pangan akan cepat tercapai. Petani dan masyarakat pun sejahtera,” jelas SYL lagi.

Lebih lanjut, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh pun langsung bersentuhan dengan grass root. Impact positifnya akan besar karena melibatkan banyak narasumber kompeten. Digelar masif, Kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh memiliki durasi waktu 10 jam per sesi. Ada 3 kelompok pelatihan yang bisa diikuti peserta. Ada Kelompok Dasar dengan materi Kebijakan Pemupukan Nasional. Materi ini dibawakan oleh Kepala BPPSDMP dengan durasi 1 jam.

“Kementan tetap berkomitmen untuk terus memajukan dan menambah SDM pertanian yang berkualitas. Karena pertanian memiliki peranan penting atas ketahanan pangan nasional,” papar Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.

Peserta juga akan mendapatkan 7 jam pelatihan dalam formasi Kelompok Inti. Ada 5 materi yang akan disampaikan, seperti Pengelolaan Kesuburan Tanah, Pemupukan Berimbang, Pupuk Kompos, Pupuk Hayati, dan Pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Narasumbernya diantaranya dari Widyaiswara. Untuk Kelompok Penunjang ada materi Motivasi.

“Selain SDM pertanian berkualitas, jumlah mereka juga harus diperbanyak. Untuk akselerasi pencapaian target berbasis standardisasi tinggi. Dengan begitu, kemajuan pertanian menjadi hal yang nyata. Pelatihan sejuta Petani, Penyuluh dan insan pertanian lain menjadi target utama Kementan” kata Dedi.

Lebih lanjut, ada beberapa alur yang harus diperhatikan oleh calon peserta pelatihan. Pada H-17, identifikasi CPCL pun dilakukan untuk mengetahui profil peserta dan lokasi pelaksanaannya. Tahap berikutnya ada Pengumuman yang diberikan melalui surat, website, dan media sosial.

Peserta diminta melakukan registrasi pada H-15 hingga hari pelaksanan pelatihan. Untuk pendaftarannya melalui http://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi. Berikutnya ada 3 pilihan yang bisa diklik sesuai dengan background calon peserta. Ada kanal pendaftaran bagi penyuluh, petani, dan lainnya. Bisa juga dengan menscan QR Code yang sudah terbagi menurut kelompok tersebut.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *