Pemprov Kalimantan Barat Gandeng Kemenparekraf dan Bank Indonesia Kembangkan Perekonomian Melalui Destinasi dan Desa Wisata

171 0

Seminar Pariwisata Saprahan Khatulistiwa 2022 bertajuk Pengembangan Perekonomian Kalimantan Barat Melalui Desa Wisata resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson pada Selasa, 5/7/2022 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kota Pontianak. Acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kalimantan Barat yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Seminar ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Agus Chusaini dan narasumber yaitu Direktur Pengembangan Destinasi II, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Gunawan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Provinsi Kalimantan Barat, Eti Herawati, Kepala Satpol PP Provinsi Kalimantan Barat, Suherman, Kepala Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Hermanus, Kepala Biro Perekonomian Setda Kalimantan Barat, Frans Zeno Pengelola Kampong Melayu BML, Syaiful Azhar, Sekretaris BUMDes Penyanggar Desa Wisata Cipta Karya, Hatari.

Berbagai ragam kegiatan dihadirkan dalam Saprahan Khatulistiwa 2022, di antaranya pameran mengenalkan dan mempromosikan produk unggulan UMKM di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Agus Chusaini menjelaskan hadirnya Saprahan Khatulistiwa 2022 juga sebagai upaya terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menjaga dan mengakselerasi momentum pertumbuhan ekonomi Kalbar yang tengah berlangsung.

“Melalui kegiatan ini bagaimana semua pihak bersinergi. Momentum pertumbuhan ekonomi Kalbar yang tengah berlangsung harus diperkuat dengan sinergi serta kolaborasi tersebut,” jelas dia.

Dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan, Harisson mengungkapkan Kalbar memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Berdasarkan data yang dihimpun dari kabupaten/kota se-Kalbar menurutnya total ada 745 objek daya tarik wisata di provinsi ini.

Dengan rincian masing-masing 510 wisata alam, 95 wisata budaya, 70 wisata buatan, 32 wisata religi, 21 wisata sejarah, 12 wisata kuliner, satu wisata pertanian, satu wisata belanja dan tiga wisata pendidikan.

“Berdasarkan potensi yang ada tersebut maka sudah seharusnya pariwisata bisa menjadi sektor unggulan dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa,” kata Harisson.

Selanjutnya masuk sesi paparan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, memaparkan potensi Desa Wisata yang berada di Kalimantan Barat.
“Komitmen kami dalam mengembangkan Desa Wisata sangat kuat dengan  mendukung kelancaran Gubernur Kalimantan Barat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : 283/DISPORAPAR/2022 Tentang Pembentukan Tim Pengembangan Desa Wisata Di Provinsi Kalimantan Barat.”
Papar Windi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Kalimantan Barat, telah melakukan dukungan pendampingan di berbagai Desa Wisata di Kalimantan Barat untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022.

Kemudian dalam paparannya Direktur Pengembangan Destinasi II, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Gunawan menyampaikan dalam pengembangan perekonomian melalui Destinasi dan Desa Wisata di Provinsi Kalbar perlu mengimplementasikan INOVASI, ADAPTASI, dan KOLABORASI dengan semangat GERCEP, GEBER dan GASPOL sejalan arah pandang Menparekraf / Kabaparekraf Bapak Sandiaga Salahuddin Uno.

“Di era kebangkitan ini Desa Wisata harus go digital, ciptakan proyeksi Bisnis Plan yang terukur dan terarah dengan memperkuat pariwisata, ekraf, UMKM, Ekonomi dan Keuangan didukung transformasi transaksi keuangan digital di Desa Wisata dengan melibatkan Bank Indonesia. Efeknya akan semakin luar biasa dan menjadi nilai tambah untuk masyarakat.” Ujar Wawan.

Menurutnya pentingnya menciptakan Konsolidasi Birokrasi yang harmonis untuk menghilangkan Ego Sektoral & Terwujudnya tim yang Solid, Speed, & Smart dengan semangat Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, Dan Kerja Ikhlas. Mengimplementasikan SINAKODA (Sinergitas Berbasis Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi antara Pemerintah Pusat & Daerah) dan memperkuat sinergitas dan integrasi di Lintas Kedeputian Kemenparekraf, Lintas KL, Lintas Stakeholder, & Lintas Daerah untuk mewujudkan Desa Wisata Destinasi Berkualitas, Terintegrasi dan Berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Barat.

Wawan mengapresiasi antusias para peserta yang hadir menyaksikan seminar ini seperti Para Kepala Desa, Ketua Asosiasi Pariwisata HPI, ASITA, Pelaku Usaha, Media, Pokdarwis, dan Komunitas penggerak pariwisata. Para peserta pun sangat proaktif bertanya pada saat sesi tanya jawab, jika tidak dibatasi para peserta masih terus bertanya. Bahkan selepas acara Wawan melanjutkan berdiskusi dengan para peserta sambil berfoto bersama. Menurut Wawan hal seperti ini perlu diapresiasi. Inilah bukti komitmen dari para Stakeholder yang siap mewujudkan Destinasi yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Selain luring seminar ini pun diikuti secara daring juga melalui zoom meeting dengan peserta Kepala Dinas Pariwisata se Tengah dan Timur Indonesia serta dari Akademisi Guru Besar Universitas seperti UNPAD, UPI, ITB, ISBI, UI, Universitas Widyatama, UNJ dan Para Penggiat budaya dan seminar hadir menyaksikan seminar ini.

Kemudian dilanjutkan paparan dari Pengelola Kampong Melayu BML, Syaiful Azhar,  memaparkan potensi dan kiat-kiat Desa Wisatanya yang bisa masuk dalam 50 besar ADWI 2022. Dilanjutkan Sekretaris BUMDes Penyanggar Desa Wisata Cipta Karya, Hatari memaparkan bagaimana bisnis di Desa Wisata Cipta Karya yang bisa menghasilkan omset ratusan juta per tahunnya.

Ditemui di Jakarta, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu mengapresiasi langkah Bank Indonesia dan Pemprov Kalimantan Barat dalam menyelenggarakan Saprahan Khatulistiwa 2022.

“Selamat atas terselenggaranya Saprahan Khatulistiwa 2022, Kemenparekraf sangat mengapresiasi kegiatan ini, jadikan momentum, ini sebagai kebangkitan perekonomian di Kalimantan melalui pengembangan Destinasi, Desa Wisata, UMKM dan sektor Ekraf, kami yakin semakin Desa Wisata maju maka pertumbuhan ekonomi semakin tumbuh pesat.” Kata Vinsen.

Vinsen pun mengucapkan selamat kepada Desa Kampong Melayu BML, Kota Pontianak yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.