Peningkatan Pertanian di Bima Dilakukan dalam Forum Berbagi Pengalaman

140 0

BIMA – Sebagai garda terdepan sektor pertanian, penyuluhan pertanian Kabupaten Bima terus mengembangkan berbagai metodologi penyuluhan agar pengetahuan petani bertambah. Salah satunya dengan Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani. Dengan kegiatan ini, petani dan penyuluh bisa berbagi informasi mengenai teknologi pertanian yang direkomendasikan.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang menegaskan bahwa penyuluh merupakan kekuatan Kementerian Pertanian.

“Karena, kegiatan penyuluhan pertanian berperan penting dalam mendorong tercapainya produktivitas yang semakin baik di lapangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pertukaran informasi sangat penting.

“Dengan berbagi pengalaman dan berbagi informasi, ada proses transformasi ilmu di dalamnya. Petani yang manghadapi kesulitan meningkatkan produktivitas dan lainnya, bisa mendapat bantuan untuk mengatasinya. Bantuan itu berdasarkan pengalaman yang dimiliki petani dan penyuluh lainnya,” katanya.

Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani berlangsung 3 Juni 2021, di Poktan La Polu I Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Daerah Irigasi Sumi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan wawasan dan pengalaman serta mendorong percepatan dan perluasan proses adopsi teknologi di antara petani dan sekaligus membangun keakraban di antara petani.

PPL Desa Sumi, Murniyati didampingi Staf Lapangan Rosmini, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 30 orang petani, terdiri dari 11 orang petani dewasa, 11 orang wanita tani serta 8 orang pemuda / pemudi tani.

“Peserta merupakan para petani perwakilan dari poktan yang ada di Desa Sumi yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan Sekolah Lapangan (SL) Program IPDMIP,” tutur Murniyati.

Narasumber pada kegiatan ini adalah petugas dan petani yang pernah mengikuti kegiatan SL IPDMIP.

Perwakilan Petani Peserta SL, Muhtar, saat sesi berbagi pengalaman kepada para petani peserta menjelaskan bahwa penerapan sistim tanam padi teknologi Jarwo, memiliki beberapa keunggulan, antara lain mampu meningkatkan populasi tanaman sekitar 15% sampai 30 % dengan peningkatan produktivitas sebesar 2 sampai 3 ton/ha.

“Selain itu, penerapan teknologi Jarwo juga mampu memperbaiki kwalitas beras, dimana hal tersebut berdampak terhadap tingginya minat pembeli dan posisi tawar petani,” tuturnya.

Kepala BPP Kecamatan Lambu, Ismail, menjelaskan bahwa di BPP Kecamatan Lambu terdapat 3 Desa lokasi Program IPDMIP, terdiri dari Desa Sumi, Simpasai dan Lanta yang termasuk dalam kawasan Daerah Irigasi Sumi yang merupakan Daerah Irigasi kewenangan Pusat.

Ditambahkannya bahwa kegiatan SL petani Program IPDMIP di Kecamatan Lambu telah dimulai sejak tahun 2019 dengan melibatkan sekitar 191 orang petani, terdiri dari 128 orang laki-laki dewasa, 47 orang wanita tani serta 16 orang pemuda / pemudi tani.

“Alhamdulillah, kegiatan SL dan Berbagi Pengalaman Antara Petani Program IPDMIP, telah banyak dirasakan manfaatnya, baik oleh petani maupun para penyuluh, khususnya dalam rangka percepatan proses diseminasi informasi teknologi pertanian kepada petani yang merupakan salah satu Indikator Kinerja Penyuluh,” tuturnya.

Melalui Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani, diharapkan semakin banyak petani yang berminat dan menerapkan cara tanam jajar legowo di lahan sawahnya sehingga produktivitas padi di Desa Sumi meningkat secara signifikan.(Kiz/PF)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *