Pentas Virtual Panteu Meudiwana Tandai Kebangkitan Pariwisata Aceh

37 0

ACEH – Sektor pariwisata Aceh kembali menggeliat. Apalagi Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar pentas virtual “Panteu Meudiwana”, 18 Agustus 2020. Kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan industri pariwisata Aceh yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin, mengatakan pentas virtual ini menampilkan kolaborasi sejumlah artis Aceh dan Jakarta.

“Panteu Meudiwana mengusung tagline Atraksi Seni untuk Aceh Bangkit di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kegiatan ini menjadi penyemangat untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Aceh,” kata Jamaluddin.

Menurutnya, pentas virtual tersebut bisa disaksikan melalui media sosial Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, yakni Youtube Aceh Tourism dan Disbudpar Aceh. Selain itu, acara ini juga bisa ditonton melalui Instagram dan facebook ACEHTOURISM.TRAVEL.

Pengisi acara yang tampil antara lain Ade Govinda feat Fadly “Padi Reborn”, Cakra Khan, Astrid, Rialdoni, Tangke Band, Djamal Sharief feat Jaboy, Sanggar  Nurul Alam, Teater Rongsokan, dan lainnya.

Jamaluddin mengatakan pelaksanaan Panteu Meudiwana juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Kegiatan yang dilaksanakan di Banda Aceh tidak menerima kunjungan pengunjung langsung.

“Kami berharap pentas virtual ini menghibur masyarakat Aceh serta menyemangati para pelaku pariwisata untuk kembali bangkit di era adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19,” kata Jamaluddin.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menambahkan, Panteu Meudiwana menjadi langkah awal bagaimana menyelenggarakan kegiatan pariwisata di tengah pandemi COVID-19 sesuai dengan Protokol Kesehatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan.

“Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia khususnya dan dunia umumnya telah membuat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya terpuruk, khususnya di industri pariwisata Aceh. Sehingga perlu solusi terbaik untuk bangkit melalui ajang kreasi dan inovasi virtual,” kata Rahmadhani.

Karena itu, menurut Rahmadhani, untuk mengadaptasi kebiasaan baru, perlu diperkenalkan konsep event pertunjukan event virtual agar bisa menggairahkan kembali industri pariwisata nasional dan Aceh, sekaligus mengkampanyekan Reaktivasi Pariwisata Lokal melalui Tagline @DiIndonesiaAja, @DiAcehAja dan @AyoJalanJalanDiAceh. (***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *