Foto : Istimewa

Pentingnya Kostratani Disampaikan di ToT CSA SIMURP Jawa Timur

48 0

DESTINASIDIGITAL.COM//Malang – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali menekankan pentingnya transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi Kostratani. Kali ini, penekanan tersebut disampaikan dalam ToT CSA SIMURP Jawa Timur, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kecamatan Lawang, Malang, Senin-Kamis (10-13/08/2020).

Menurut Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, penguatan Kostratani menjadi salah satu program kegiatan di BPPSDMP.

“Penguatan Kostratani kita lakukan untuk memperkuat dan memaksimalkan fungsi BPP. Makanya kita akan transformasikan seluruh BPP di Tanah menjadi Kostratani. dan ini kita lakukan bertahap hingga tahun 2021,” tuturnya.

Dijelaskan Dedi Nursyamsi, selain memperkuat Kostratani, program kegiatan BPPSDMP lainnya adalah melakukan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial, serta penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementan.

“Program utama Kementan itu sangat banyak, termasuk di dalamnya Kostratani. Selain itu adalah fasilitasi pembiayaan, infrastruktur, dan alsintan, Propaktani, Gedor Horti, Sikomandan, Grasida, dan lainnya,” terangnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris BPPSDMP Kementan Siti Munifah. Menurutnya, Kementan semakin memperkuat peran Kostratani agar program utama Kementan bisa berjalan dan saling mendukung.

“Oleh karena itu, Mentan dengan berbagai cara terus mendorong agar para penyuluh mampu mengoptimalkan peran BPP menjadi Kostratani. Semua harus bersinergi agar BPP menjadi kostratani,” katanya.

Siti Munifah menambahkan, semua BPP yang telah menjadi Kostratani dituntut untuk menjalankan fungsinya menjadi pusat data dan informasi.

“Oleh karena itu Kostratani harus bisa mengakselerasi teknologi, khususnya untuk pertanian. Karena, Kostratani menjadi kendaraan untuk mencapai tiga tujuan utama pertanian. Yaitu menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, serta meningkatkan ekspor,” katanya.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) BPPSDMP Kementan, Leli Nuryati, mengatakan kegiatan ToT CSA SIMURP harus bisa dimaksimalkan oleh penyuluh.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap terjadi peningkatan. Baik peningkatan produktivitas, kualitas, maupun kontinuitas. Kita pun berharap semua produk dan hasil pertanian dapat terjangkau dari sisi harga maupun mudah aksesnya bagi konsumen,” tutur Leli.

Sedangkan Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor mengatakan, kegiatan ToT CSA Bagi Penyuluh di Provinsi Jawa Timur, ada di satu Kabupaten yaitu Kabupaten Jember. Tepatnya meliputi dua daerah irigasi (DI) meliputi DI Talang dan DI Pondok Waluh.

“Dari kegiatan SIMURP diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) dengan fokus pada kegiatan CSA atau Pertanian Cerdas Iklim, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi gagal panen, mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP. Kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi SDM pertanian di Kabupaten Jember yang juga merupakan wilayah binaan BBPP Ketindan,” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap para penyuluh yang mengikuti kegiatan ToT CSA SIMURP bisa menyerap ilmu sebanyak banyaknya.

“Penyuluh adalah garda terdepan buat pertanian. Mereka harus selalu di lapangan untuk mendampingi petani dalam proses tanam hingga panen. Oleh karena itu, jika penyuluhnya pintar, maka petani pasti pintar. Dan tentunya produksi pun akan terjaga. Jika produksi terus terjaga, maka pangan buat masyarakat pasti terjaga,” tutur Mentan SYL. (NF/EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *