Peran BPP Maksimal, Petani Ngawi Selalu Ikuti Arahan Penyuluh

23 0

NGAWI – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, memuji Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani di Ngawi, Jawa Timur. Sebab, seluruh BPP di Ngawi sudah terkoneksi dengan Agriculture War Room (AWR) di Kementerian Pertanian. Selain itu, petani Ngawi juga selalu mengikuti arahan penyuluh.

Hal ini menjadi tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan fungsi dan peran BPP harus terus dimaksimalkan.

“Karena, BPP adalah rumahnya penyuluh. Dan penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian,” terang Mentan.

Progres ini diketahui saat Dedi Nursyamsi beraudiensi dengan Bupati Ngawi, Kamis (17/9) pagi.

“Bupati Ngawi luar biasa konsentrasinya buat pertanian. Produktivitas pertanian Ngawi termasuk tertinggi, meski lahan pertaniannya tidak terlalu luas. Hal ini terjadi karena produksi dan IP nya tinggi,” tuturnya.

Tidak itu saja, Dedi juga mengatakan petani dan penyuluh di Ngawi sangat aktif. Hal ini terlihat karena BPP di Ngawi sudah 100% terkoneksi dengan AWR.

“BPP Ngawi sudah 100 persen terkoneksi dengan AWR. Dan kita bisa melihat langsung petani dan penyuluh aktif dengan Kostratani. Kadisnya pun sering ikut diskusi dalam Mentan Sapa Penyuluh dan Petani,” terangnya.

Oleh karena itu, Dedi berharap BPP di Ngawi bisa menjadi model pengembangan BPP di Jawa Timur dan juga nasional.

Sementara Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan pemerintah daerah Ngawi akan mengoptimalkan peran dan fungsi BPP di Ngawi.

“Karena, petani selalu mengikuti ucapan dan arahan penyuluh di lapangan. Memang dalam sejarahnya, di masa lalu BPP atau penyuluh memiliki tempat tersendiri. Jadi jika sekarang Menteri Pertanian konsentrasi kembali mengangkat penyuluh, kita akan bantu mengoptimalkan,” katanya.

Bupati menambahkan, salah satu target di Ngawi adalah membantu mewujudkan kedaulatan pangan, sekaligus menjadi target utama. Selain itu, Ngawi mendukung upaya pemerintah untuk swasembada pangan.

“Ngawi juga sudah online dengan Kementerian Pertanian. Dan kita harap perkembangan Ngawi di pantau, kalau memang bagus mungkin kita bisa dapat reward,” katanya.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *