Peran IPDMIP dengan Penyusunan Kurikulum dan Modul Pelatihan

600 0

BANDUNG – Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus memperkuat peran proyek IPDMIP untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Modul Pelatihan Penyuluh dan Staf Lapangan IPDMIP.

Lokakarya tersebut diselenggarakan Kamis-Sabtu (11-13/3/2021), di Hotel Travello, Bandung, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penguatan IPDMIP dilakukan untuk turut menjaga ketahanan pangan.

“Tuntutan kita adalah meningkatkan dan menggenjot produktivitas pertanian. Tujuannya tidak lain untuk memenuhi kebutuhan pasar serta kebutuhan pangan buat masyarakat,” tutur Mentan SYL.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan dalam kondisi apa pun produksi pertanian tidak boleh berhenti.

“Dalam kondisi apa pertanian tidak boleh bersoal. Dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah. Karena, selama ada kita hidup selama itu kita butuh pangan. Dan pangan itu diproduksi dari pertanian,” terangnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, agar proyek IPDMIP lebih maksimal, dibutuhkan peran penyuluh.

“Oleh karena itu, BPPSDMP juga terus memperkuat kualitas dan peran penyuluh. Karena penyuluh harus terus berada di lapangan untuk mendampingi petani dan memastikan produksi pertanian tidak terganggu,” katanya

Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Modul Pelatihan Penyuluh dan Staf Lapangan IPDMIP sendiri berisi berbagai acara.

Sebagai kegiatan pertama, peserta diberikan materi Penjelasan
Pengembangan Kegiatan Perkomponen
dan Kebutuhan Materi Pelatihan Penyuluh.

Peserta juga diajak melakukan diskusi terkait pelatihan. Yaitu mengenai pasca panen dan pemasaran/Rantai Nilai, pengembangan keuangan pedesaan, dan gender, pangan dan gizi IPDMIP.

Dukungan Konsultan Regional dalam kegiatan penyuluhan IPDMIP pun turut disampaikan.

Sebagai upaya peningkatan produktivitas, lokakarya juga membahas teknologi budidaya dalam peningkatan produksi padi, potensi dan peluang pengembangan tanaman sayuran di daerah irigasi, serta teknologi tepat guna produksi benih secara mandiri oleh petani, pemanfaatan perangkat IT dalam menunjang kegiatan penyuluhan, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Sementara Direkur IPDMIP yang juga Kepala Pusat Penyuluhan BPPSDMP, Leli Nuryati, mengajak peserta untuk kerja extraordinary.

“Realisasi tahun 2020 hampir 94%, semoga tahun 2021 realisasinya bisa lebih lagi,” katanya.

Leli Nuryati juga berharap IPDMIP bisa aktif men-support kegiatan pertanian.(YTS/EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *