Percepat Bali Recovery, Konten DTW Denpasar Diupgrade Dalam Bimtek Fotografi

43 0

DENPASAR – Percepatan Bali Recovery didorong melalui program blended activity. Komposisinya ada Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), Sabtu (5/9). Lokasinya berada di Wantilan Pura Dalem Kedewatan Sanur, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Bali. Beragam tips fotografi memakai smartphone pun diberikan.

Menjadi rangkaian agenda, blended activity Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi diikuti 100 peserta. Mereka adalah para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak Covid-19. Melalui paparannya, Bachelor & Master in Photography Program Dewi Sartika Bukit mengungkapkan, mata visual menjadi elemen penting dalam memasarkan sebuah produk.

“Kalau ingin optimal dalam menjual produk, maka syarat mata visual harus dipenuhi. Produk ini harus ditawarkan dalam foto yang bagus. Memakai kamera handphone pun bisa, asalkan diberikan sentuhan berupa kreativitas. Jadi, kuncinya kreativitas dalam mengolah sebuah obyek produk menjadi menarik,” ungkap Dewi yang juga narasumber Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi.

Untuk menghasilkan konten foto yang instagramable, berbagai tips diberikan Dewi dalam Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi. Ada beberapa elemen yang harus diperhatikan untuk menghasilkan sebuah karya fotografi yang bagus. Sebut saja, Kamera, Produk, Tripod, Timer, Background, hingga Properti. Dewi menambahkan, semua jenis kamera bisa digunakan untuk menghasilkan foto menarik.

“Kamera yang terbaik adalah milik sendiri. Apapaun jenis dan harganya, semua kamera perinsipnya bisa dioptimalkan guna menghasilkan foto-foto berkualitas. Sekali lagi, yang utama bagaimana kreativitasnya dalam mengeksplorasi produk dan obyek pendukungnya,” lanjut Dewi.

Selain Kamera, peserta juga harus memperhatikan fungsi tripod. Idealnya tripod tetap digunakan untuk mempertajam hasil dan konsentrasi foto. Adapun background digunakan guna memberi penegasan yang terfokus pada produk. Untuk properti menjadi obyek yang berkaitan dengan produk dan keindahannya. Penggunaan properti didasarkan pada bentuk dan jenis produk yang akan dipotret.

“Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi semakin menguatkan daya tawar pariwisata Denpasar. Apalagi, proses pemulihan keterpurukan pariwisata Bali akibat Covid-19 harus dipercepat. Dengan fotografi ini, gema branding pariwisata secara menyeluruh akan kuat terdengar,” terang Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.

Lebih lanjut, peserta Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi juga diingatkan tentang hal-hal yang bisa dilakukan saat memotret. Agar hasilnya optimal, peserta Bimtek disarankan mengaktifkan timer untuk meminimalkan getaran. Kamera menggunakan sistem pengaturan dengan kualitas foto terbesar. Fokus tetap diperoleh melalui sentuhan screen.

Agar hasil pemotretan bagus, Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi juga memberi beberapa warning. Hindari kebiasaan zoom karena membuat kualitas foto menurun. Jangan memakai flash. Bila cahayanya kurang, maka bisa menggunakan sumber cahaya di sekitar obyek. Saat memotret hendaknya tidak lagi memakai filter pada aplikasi kamera.

“Bimtek banyak memberikan tips-tips menarik. Ada banyak hal yang tidak idasari dilakukan, tapi itu justru mengurangi kualitas hasil. Peserta juga terus diingatkan agar selalu menghasilkan foto produk yang sudah jadi,” jelas Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.

Setelah memahami prinsip-prinsip dasar fotografi, peserta Bimtek diajak memasuki tahap berikutnya. Peserta diajak melakukan persiapan pemotretan dengan elemen dasar memperhatikan pencahayaan, tempat, dan kebersihanya. Kebersihan di sini menyasar Kamera, Produk, hingga Background. Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, peserta semakin paham memproduksi foto berkualitas.

“Foto produk berkualitas sangat penting. Hal ini kaitannya dengan pemasaran produk tersebut. Kami gembira karena peserta Bimtek mendapatkan pengetahuan baru. Peserta kini bisa memproduksi foto-foto berkualitas sesuai dengan keingiannya. Pembelajaran ini tentu sangat berguna untuk pengembangan usaha mereka,” kata Dezire.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *