Perkuat Destinasi Super Premium Labuan Bajo, Kemenparekraf Gelar Aksilarasi Fesyen Manggarai Barat 2020

93 0

LABUAN BAJO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melalui Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Direktorat Industri Kreatif Fesyen, Desain dan Kuliner menggagas event “Aksilarasi Fesyen Manggarai Barat 2020”. Program ini merupakan pameran hasil pendampingan Kemenparekraf/Baparekraf terhadap 21 orang pelaku ekonomi kreatif di Manggarai Barat. Kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Mai Ceng’go Labuan Bajo pada 3-4 Desember 2020 dihelat bersamaan dengan pembukaan program Bedah Gerai Kuliner (BEGERAK).

Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Inovasi dan Kreatif, Josua Puji Mulia Simanjuntak menerangkan, aksilarasi itu bermakna aksi selaras dan sinergi. Oleh karenanya, Manggarai Barat khususnya Labuan Bajo harus dibangun bersama-sama. “Kami fokus membangun Labuan Bajo sebagai destinasi super premium. Labuan Bajo akan jadi destinasi skala internasional. Wisatawan ingin sesuatu yang berkualitas di Labuan Bajo. Tujuan program ini agar masyarakat lokal jadi aktor utama transformasi ekonomi,” papar Josua di lokasi acara, Kamis (3/12/2020).

Program ini, Josua melanjutkan, membuka wawasan masyarakat untuk membuat produk berkualitas, karya yang tidak ditemukan di daerah lain karena berbasis kebudayaan lokal. “Pandemi ini waktu yang tepat mempersiapkan diri. Saat ini sudah ada produknya. Tinggal kerja sama dari industri akomodasi wisata. Kita juga sudah kembangkan kuliner, seni pertunjukan, musik, literatur, teater dan seni rupa. Ini masih sebagian kecil. Ini menjadi kantong ekonomi baru masyarakat. Program ini tak berhenti sampai di sini,” katanya.

Nantinya, proses pengemasan dan managerial juga akan terus dikembangkan dan diperkuat, termasuk membuka pasar bagi produk-produk unggulan Manggarai Barat.

Direktur Industri Kreatif Fesyen, Desain, Kuliner Kemenparekraf/Baparekraf, Erwita Dianti menerangkan, showcase dilakukan, para pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif itu diberikan pelatihan dan pendampingan mengunakan metode pembelajaran jarak jauh pada bulan Oktober-Desember. “Ada 21 pelaku ekonomi kreatif yang mendapat manfaat program ini. Mereka kita berikan pelatihan dan pendampingan sejak Oktober lalu. Untuk kegiatan workshop tatap muka kepada UMKM yang bergerak pada anyaman pandan Desa Watu Panggal Manggarai Barat telah dilaksanakan pada tanggal 3-7 November 2020 di Labuan Bajo,” tutur Erwita Dianti.

Sementara untuk pelaku ekonomi kreatif subsektor fesyen yang mendapatkan pendampingan ada tiga kelompok yaitu kelompok tenun Setia Janji dari Desa Ngancar, kelompok Molas dari Desa Poco Rutang dan kelompok tenun Bunga Dahlia dari Desa Wae Mose. “Ketiga kelompok ini diminta menciptakan koleksi fesyen cerita alam yang memandang tenun dari mata pengunjung serta menggugah penenun untuk merayakan indahnya alam dan keseharian yang mereka jalani,” terangnya.

Dikatakannya, pola kolaborasi pendampingan kriya difokuskan sebagai batu loncatan bagi penganyam untuk berkreasi sendiri. Program ini untuk pengembangan program kriya berkelanjutan serta membangun ketangguhan menyambut perubahan. “Penguatan pelaku ekonomi kreatif di Manggarai Barat dalam rangka mendukung pariwisata premium yang disematkan. Secara praktis, program ini dirancang untuk merespon kebutuhan pariwisata yang kian berkembang di Labuan Bajo,” ujarnya.

Pada event showcase pendampingan fesyen dan kriya, turut mengundang antara lain perwakilan Kedubes Kosta Rika, Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOPLBP), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, hotel, restoran, asosiasi dan stakeholder terkait yang berpotensi untuk bermitra dengan pelaku ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus memaparkan, jumlah penduduk Manggarai Barat sebanyak 274 ribu lebih jiwa. Dari jumlah itu, 170 ribu lebih penduduk usia produktif atau setara dengan 62 persen dari penduduk total. “Potensinya luar biasa. Tapi 60 persen penduduk di sini berijasah SD. 80 persen bekerja sektor pertanian. Wilayah ini ditetapkan satu dari lima destinasi super prioritas. Butuh perhatian besar untuk masyarakat, dalam hal ini peningkatan kapasitas dan pembangunan SDM. Yang harus diingat, 84 persen aktivitas kepariwisataan dibangun swasta yang menghasilkan Rp3,4 triliun Produk Domestik Bruto,” terangnya.

Menurut Agustinus, fesyen dan kriya Manggarai Barat merupakan kekuatan yang belum diangkat seperti yang dilahirkan dalam bentuk produk seperti sekarang ini. “Ini adalah hal luar biasa. Kami akan dorong mewajibkan produk lokal dipakai oleh stakeholder di Manggarai Barat. Ini menjadi syarat utama orang menanamkan modal di sini. Ini untuk mengangkat produk lokal masyarakat. Community base ini yang kita kedepankan. Pemberdayaan ekonomi rakyat melalui fesyen dan kriya menjadi pemberdayaan dan eksistensi kita,” tutur dia.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan UMKM, Fransiskus X Sukur mengapresiasi kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf yang telah membangkitkan perekonomian Manggarai Barat. Ia berharap pendampingan terus dilakukan untuk meningkatkan SDM para pengrajin di Manggarai Barat. “Kami ucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf/Baparekraf ini yang telah menginisiasi kegiatan yang membangkitkan ekonomi kreatif kami. Kami minta fokus kita sekarang adalah SDM pengrajin yang perlu untuk terus ditingkatkan,” harapnya.(*)

Related Post

Kemenpar Siap Me-launching ISTA 2019

Posted by - 17 Maret 2019 0
DESTINASIDIGITAL.COM, JAKARTA – Pariwisata berkelanjutan terus digaungkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Caranya dengan menggelar kembali ajang penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *