Peserta Famtrip Media India Mengeksplorasi Huta Siallagan dan Tomok di Danau Toba

327 0

SAMOSIR – Peserta Famtrip Media India memaksimal kehadiran mereka di Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Kamis (29/8). Huta Siallagan dan Desa Wisata Tomok langsung dieksplorasi.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Huta Siallagan. Lokasinya berada di Ambarita, Simanindo, Samosir. Destinasi ini memiliki 8 rumah adat Batak. Pujian pun mengalir.

“Danau Toba sangat khas dan berbeda dari destinasi lain. Budayanya luar biasa. Ada banyak experience di sini. Lebih menarik lagi, destinasi di sini memiliki story kuat. Pokoknya sangat senang berada di sini, apalagi ini kunjungan pertama ke Danau Toba. Sebelumnya saya pernah ke Bali,” ungkap Travelliker Wanderink Thommen Jose.

Mereka tak lupa mengabadikan detail Jabu atau rumah khas Batak melalui kameranya. Kawasan ini memiliki 7 rumah tinggal dan 1 museum. Pada museum berisi koleksi Ulos, Peralatan Dapur Raja, hingga Tempat Tidur Raja. Jabu di sini terdiri dari Jabu Bona (Rumah Raja), Jabu Tapa Piring (Parsadaan), Jabu Suhat, dan Jabu Soding.

Peserta famtrip juga mengeksplorasi filosofi Jabu tersebut. Rumah adat Batak terdiri dari 3 bagian. Ada Banoa Torro di sisi bawah dengan warna hitam menjadi simbol kegelapan. Di atasnya ada Banoa Tengah yang menggambarkan kehidupan dunia dengan tanda warna merah. Adapun sisi atasnya adalah Banoa Ginjang yang menggambarkan nirwana dengan lambang putih.

“Danau Toba banyak memiliki konten menarik untuk dieksplorasi. perpaduan alam dan budaya tersebut menjadi value menarik bagi setiap wisatawan. Menawarkan nuansa khas yang berbeda, Danau Toba ini akan direspon positif oleh pasar India. Pergerakan wisatawan India ke Danau Toba akan lebih optimal,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya.

Peserta famtrip juga mengenal sisi lain rumah adat Batak. Ada atap Jabu berbentuk khas dengan ujung runcing seperti tanduk kerbau. Bagian tengahnya melengkung yang jadi representasi punggung kerbau. Bentuk tersebut ditampilkan agar Debata Mula Jadi Nabolon (Tuhan) mau singgah. Jabu juga unik karena dikaitkan dengan pasak sehingga diklaim jadi bangunan tahan gempa.

Pengetahuan peserta famtrip makin lengkap dengan konsep hukum yang berkembang di Huta Siallagan. Destinasi ini memiliki Kursi Batu Raja Siallagan yang menjadi menggambarkan konsep pengadilan saat itu. Ada juga spot khusus untuk eksekusi hukuman. Simulasi rangkaian proses hukuman pun dilakukan peserta Famtrip Media India. Mereka pun berperan sebagai eksekutor bagi terhukum.

Trip di Huta Siallagan semakin heboh. Sebab, masyarakat Huta Siallagan ternyata penyuka film dan lagu khas India. Mereka pun menyanyikan lagu-lagu India yang diambil dari Film Hare Rama Hari Khrisna.

Thommen Jose yang juga peserta famtrip meresponnya dengan gerakan menari khas film-film India. Hasilnya, aksi bernyanyi dan menari duet ini dihujani kamera oleh peserta famtrip lainnya.

“Danau Toba ini destinasi menarik dan ramah bagi market India. Masyarakat di sini selalu memberikan apresiasi terhadap produk budaya India. Kami jamin, wisatawan India yang berkunjung ke sini semakin nyaman. Sebab, alam dan budaya di Danau Toba sangat eksotis. Masyarakatnya ramah,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional III Kementerian Pariwisata Sigit Wicaksono.

Usai mengeksplorasi Huta Siallagan, peserta famtrip bergerak menuju Tomok memakai kapal charter. Spot pertama yang dieksplorasinya adalah Desa Wisata Tomok Persaoran, Simanindo, Samosir. Mereka menikmati Tari Sigale Gale dan Tortor Gondang Somba. Berikutnya, mereka pun ikut Manortor. Usai mengenakan aksesoris adat lengkap dengan ulor, mereka menari Tortor Gondang Liat.

“Destinasi Danau Toba dikenalkan pada peserta famtrip dari berbagai sisi. Mereka sangat menikmati alam Danau Toba saat di kapal. Dengan mengeksplorasi destinasi, market India semakin mengenal lalu berkunjung ke Danau Toba,” kata Kabid Area I Regional III Kemenpar Pupung Thariq Fadhillah.

Masih berada dalam satu kawasan, peserta Famtrip Media India lalu bergeser ke Makam Raja Sidabutar. Kawasan makam ini sudah berusia 460 tahun. Makamnya unik dengan pahatan kepala dan wajah sang raja. Menjadi penguasa Pulau Samosir, Raja Sidabutar terkenal dengan kasaktiannya. Di sini juga ada kisah cinta yang menarik.

“Wisatawan India harus datang langsung untuk merasakan beragam sensasi Danau Toba. Kesemuanya menjadi paket menarik yang mengesankan. Secara umum, ada banyak destinasi yang bisa dieksplorasi. Semuanya berbeda dan memiliki karakter masing-masing,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *