Petani di Kendal Rasakan Manfaat Pembangunan Embung

9 0

KENDAL – Petani di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi salah satu contoh sukses pembangunan embung. Bukan hanya mengatasi kesulitan air di saat musim kemarau, embung yang dibangun juga membuat petani terhindar dari gagal panen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi pertanian di Kendal yang mampu memanfaatkan keberadaan embung dengan baik.

“Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bersoal. Petani didampingi penyuluh harus terus tanam. Manfaatkan sumber air yang ada, maksimalkan aliran irigasi, atau bangun embung untuk menjaga ketersediaan air,” katanya, Kamis (25/06/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan embung yang membantu petani di Kendal dikelola Gapoktan Mugi Rahayu.

“Embung yang dibangun seluas 100 hektare. Lokasinya di Desa Pidodo Wetan Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Panjangnya 48 meter, lebar 28 meter dan kedalaman 3 meter,” tutur Sarwo Edhy.

Menurutnya, sebelum embung dibangun, telah dilakukan disosialisasikan mengenai penggunaan pompa air untuk mengalirkan air ke sawah-sawah petani.

“Akan tetapi, air dari saluran irigasi sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjangkau sawah-sawah petani. Karena, debitnya sangat menyusut ketika kekeringan, maka untuk menghindari ancaman gagal panen dibangun embung harapannya menjaga ketersediaan air. Dan hasilnya memang embung ini membuat ketersediaan air di Desa Pidodo Wetan terjaga,” katanya.

Gapoktan Mugi Rahayu sendiri memiliki areal lahan seluas 125 Ha dengan luas areal yang teraliri 30 Ha. Dengan embung, produktivitas pertanian turun terbantu. Jika sebelumnya produktivitas sebanyak 6,0 ton/ha, setelah dibangunnya embung meningkat menjadi 6,1 ton/ha.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *